Jokowi Belajar Naik Kuda Agar Jakarta Dingin Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggangi kuda seusai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. Pertemuan tersebut membahas berbagai macam persoalan, seperti masalah perekonomian, penegakan hukum, dan isu-isu yang tengah hangat saat ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggangi kuda seusai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. Pertemuan tersebut membahas berbagai macam persoalan, seperti masalah perekonomian, penegakan hukum, dan isu-isu yang tengah hangat saat ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo membuka Kongres Muslimat Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 24 November 2016. Kongres ke-17 ini mengangkat tema "Dengan Semangat Islam Nusantara, Kita Wujudkan Indonesia Damai Sejahtera".

    Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyatakan akhir-akhir ini kondisi Jakarta sedang menghangat. Demi menjaga situasi Ibu Kota, Jokowi memilih bersilaturahmi ke sejumlah tokoh agama dan politik. "Saya yang biasanya tidak pernah naik kuda, belajar naik kuda, agar Jakarta dingin lagi," ucapnya di Jakarta.

    Ia meminta kepada warga DKI agar menjaga dan merawat Jakarta karena Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dan beragam. "Ini anugerah dari Allah," kata Jokowi. Sebelumnya, dalam pertemuan di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo, Jokowi terlihat naik kuda milik tuan rumah.

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj yang hadir dalam kongres mengapresiasi rangkaian silaturahmi Presiden Jokowi belakangan ini. Dalam ajaran Islam, silaturahmi mempunyai posisi yang penting.

    Said Aqil berharap, setelah Presiden menemui berbagai tokoh politik dan organisasi kemasyarakatan, lahir kesamaan pandangan mengenai pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Bubarkan organisasi yang bertentangan dengan empat pilar bangsa," ujarnya.

    Beberapa pejabat negara ikut mendampingi Presiden, seperti Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Oesman Sapta dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius. Ada juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy.

    Sedangkan menteri Kabinet Kerja yang hadir di antaranya Sekretaris Negara Pratikno serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Hadir juga Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Menteri Agama Lukman Hakim.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.