Tuntut Ahok Dipenjara, Demo 2 Desember Dianggap Tak Jelas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menjelang demonstrasi 4 November 2016, mobil water canon dan kendaraan besi anti peluru (barakuda) terparkir di depan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang juga lokasi gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Gambir, Jakarta Pusat, 3 November 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari

    Menjelang demonstrasi 4 November 2016, mobil water canon dan kendaraan besi anti peluru (barakuda) terparkir di depan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang juga lokasi gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Gambir, Jakarta Pusat, 3 November 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta – Jaringan Antariman Indonesia menganggap rencana demo 2 Desember sudah tak punya agenda yang jelas. Panglima TNI dan Kepala Polri diminta merespons isu yang berkembang akhir-akhir ini.

    “Pertama, kami meminta Panglima TNI dan Kapolri bersikap tegas terhadap segala niat jahat yang dimunculkan oleh mereka yang melecehkan Pancasila dan UUD 1945 untuk memecah-belah persatuan,” kata Koordinator Interfidei, Elga J. Saparung, saat membacakan pernyataan Jaringan Antar-Iman Indonesia, Senin, 21 November 2016, di kantor Maarif Institute, Jakarta.

    Elga berharap isu agama tak sampai dipakai untuk mencederai dan menyakiti kelompok-kelompok di masyarakat. Perkuat upaya intelijen dan kontigensi atas aksi-aksi politik berselimut isu-isu agama. TNI dan Polri harus mencegah setiap niat jahat yang muncul agar tidak membakar massa untuk aksi intoleransi dan radikal yang saat ini menggunakan media massa, daring, dan teknologi informasi.

    Kedua, Jaringan Antar-Iman meminta Panglima TNI dan Kapolri tegas lurus dalam menjalankan peran pertahanan dan keamanan secara profesional, adil, dan imparsial. Elga mengatakan TNI dan Polri adalah tulang punggung pertahanan dan keamanan nasional sehingga sudah selayaknya melihat masalah dengan jernih dan tidak menyiratkan sebesar zirah pun untuk terlibat dalam politik kepentingan.

    “Bangsa ini memerlukan TNI dan Polri yang kuat dan solid untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia,” kata Elga. Dia meminta Panglima TNI dan Kapolri tidak membiarkan upaya infiltrasi, agitasi, dan propaganda merapuhkan sendi-sendi kebangsaan.

    Pernyataan sikap Jaringan tersebut dihadiri Pendeta Jacky Manuputty dari LAIM Ambon, Miryam Nainggolan dari Jaringan Antar-Iman Jakarta, Gufron Mabruri dari Imparsial, dan Wawan Gunawan dari Jakatarub Bandung.

    Jaringan Antar-Iman Indonesia meminta agar tidak ada lagi demo lanjutan, seperti rencana demo pada 2 Desember. Wawan Gunawan mengatakan agenda demo 2 Desember sudah tidak jelas. “Kalau menuntut keadilan kasus Ahok kan sekarang sedang diterjemahkan dalam proses hukum yang sedang berlangsung,” tuturnya.

    AMIRULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.