Ketua Umum PKB Minta Pemerintah Adil Tangani Kasus Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar turut hadir pada konggres GP Ansor ke-15 di Pondok Pesantren Pandananaran, Sleman, Yogyakarta, 26 November 2015. Ribuan anggota GP Ansor seluruh Indonesia hadir meramaikan konggres. TEMPO/Pius Erlangga

    Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar turut hadir pada konggres GP Ansor ke-15 di Pondok Pesantren Pandananaran, Sleman, Yogyakarta, 26 November 2015. Ribuan anggota GP Ansor seluruh Indonesia hadir meramaikan konggres. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan warga Nahdlatul Ulama memandati balai pertemuan Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 12 November 2016. Kedatangan jemaah untuk meramaikan acara Silaturahim Nasional Ulama Rakyat, Doa untuk Keselamatan Bangsa.

    Silaturahim nasional (silatnas) dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Selain itu, tampak Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

    Ketua Umum PKB Muhaimin berharap silatnas ini bisa membangun situasi bangsa dan negara yang aman dan zero konflik. "Semua baik-baik saja," ucap Muhaimin di Ancol, Jakarta, Sabtu, 12 November 2016.

    Menanggapi kasus dugaan penistaan agama yang menyeret calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Muhaimin meminta pemerintah memberikan jalan terbaik bagi umat. Polisi diharapkan bersikap adil dan transparan. "Supaya tidak menambah kemarahan umat Islam," kata Muhaimin.

    Di sisi lain, PKB menyambut baik langkah yang dilakukan Presiden Jokowi mengunjungi organisasi massa (ormas) Islam. Muhaimin berpandangan upaya itu bagus untuk menjaga kebersamaan. Bahkan, Muhaimin mengajak Jokowi mengelilingi daerah-daerah.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.