Di Subang, 14 Desa Rawan Longsor dan 36 Rawan Puting Beliung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan kabupaten yang membentang di Desa Jambelaer, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terputus akibat diterjang bencana longsor, Minggu menjelang tengah malam (20/1). TEMPO/Nanang Sutisna

    Jalan kabupaten yang membentang di Desa Jambelaer, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terputus akibat diterjang bencana longsor, Minggu menjelang tengah malam (20/1). TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 14 desa di tujuh kecamatan di Subang, Jawa Barat, dinyatakan masuk zona merah rawan longsor. Adapun 36 desa di 19 wilayah kecamatan dinyatakan rawan serangan angin puting beliung.

    "Desa-desa yang rawan longsor tersebut semuanya berada di wilayah Subang selatan," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang Yayat Sudrajat, saat dihubungi Tempo, Sabtu pagi, 12 November 2016.

    Ia memerinci, ketujuh kecamatan yang rawan longsor tersebut, yakni wilayah Kecamatan Serang Panjang, Sagalaherang, Jalan Cagak, Kasomalang, Cisalak, Tanjungsiang, dan Cijambe.

    Yayat menjelaskan, tujuh wilayah kecamatan yang rawan longsor tersebut rata-rata berada di wilayah pegunungan dan perbukitan yang disebut "Sabuk Hijau" Subang selatan.

    Sedangkan 19 wilayah kecamatan yang dinyatakan rawan serangan angin puting beliung merata mulai dari wilayah selatan, tengah, dan pantai utara (pantura). Terutama yang ada daerah perkebunan dan memiliki koleksi pepohonan besar di sekitar wilayah padat penduduk.

    Pemantik terjadinya peristiwa longsor dan angin puting beliung nyaris sama.

    "Yakni akibat terjadinya volume tuan deras disertai petir dan angin kencang," kata Yayat menjelaskan.

    Puncak terjadinya musim hujan serta angin kencang tersebut dimulai medio Oktober hingga Desember. "Pokoknya di medio ber-beran lah (Oktober-November-desember)," tutur Yayat.

    Pada periode tiga bulan tersebut, warga yang berada di wilayah rawan bencana longsor dan angin puting beliung diimbau untuk terus waspada. Terutama pada malam hari, harus selalu terjaga dari tidur untuk mengantisipasi terjadinya dua bencana tersebut.

    Kepala Seksi Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Subang Darmono mengatakan, sejauh ini, sesuai pemantauannya, belum ada informasi yang membahayakan ihwal kemungkinan terjadinya musibah longsor dan angin puting beliung di daerah-daerah itu.

    "Hasil laporan dari lapangan, masih aman-aman saja," katanya. Ia berharap, cuaca selama musim hujan medio November-Desember bisa bersahabat, sehingga tak menimbulkan bencana yang membahayakan alam dan warga yang tinggal di desa-desa yang masuk zona merah rawan bencana longsor dan angin puting beliung tersebut.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.