Diperiksa dalam Kasus Cetak Sawah, Dahlan Datang Lebih Awal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Surabaya - Penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI kembali memeriksa Dahlan Iskan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Jumat, 11 November 2016. Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah 2012-2014 di Kalimantan Barat.

    Dahlan datang ke gedung Subdirektorat III Tindak Pidana Korupsi Polda Jawa Timur satu jam lebih awal dari jadwal pemeriksaan yang sudah ditentukan penyidik. "Pak Dahlan datang pada pukul 09.00," kata orang yang mendampingi Dahlan kepada Tempo sesaat sebelum masuk ruang penyidik.

    Bos Jawa Pos Group itu menjalani pemeriksaan lanjutan setelah kemarin diperiksa selama empat jam. Pada Juli 2015, Dahlan sempat diperiksa penyidik Markas Besar Polri. Ada 41 saksi yang sudah diperiksa. Dalam kasus ini, kepolisian telah menetapkan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Upik Rosalina Wasrin sebagai tersangka.

    Kepala Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Komisaris Besar Cahyono Wibowo mengatakan penyidiknya menemukan fakta baru yang bisa menjerat Dahlan. "Dia (Dahlan) sebagai inisiator. Ada banyak fakta baru yang kami temukan terkait dengan kasus tersebut," ucap Cahyono, Kamis, 10 November 2016.

    Cahyono berujar, dalam pemeriksaan di Markas Polda Jawa Timur, Dahlan diperhadapkan dengan fakta baru yang dimiliki penyidik. Namun dia tak mau merinci fakta baru yang dimaksudkan. Menurut dia, sebagai inisiator, Dahlan diduga kuat terlibat kasus tersebut, dan statusnya berpeluang dinaikkan menjadi tersangka.

    Dahlan berkali-kali membantah bahwa proyek cetak sawah tersebut fiktif. Menurut Dahlan, proyek yang digagasnya saat menjadi Menteri BUMN itu hanya tak menghasilkan sesuai dengan target. Dari 100 ribu hektare target, sebanyak 4.000 hektare lahan sudah mengalami land clearing. "Hasilnya memang belum memuaskan karena, menurut teori, sawah itu baru menghasilkan setelah empat tahun," tutur Dahlan, Juli 2015.

    NUR HADI

    Baca Juga
    Tak Blusukan ke Basis FPI, Ahok: Saling Serang Hanya di Film
    Stefan William-Celine Evangelista Nikah, Natasha Juga Muncul di Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.