Demo 4 November, Polda Metro Jaya Siapkan 7.000 Personel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Islam dari berbagai organisasi melakukan unjuk rasa terkait pernyataan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Bandung, 21 Oktober 2016. Mereka menuntut aparat untuk segera mengusut kasus tersebut ke ranah hukum. TEMPO/Prima Mulia

    Umat Islam dari berbagai organisasi melakukan unjuk rasa terkait pernyataan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Bandung, 21 Oktober 2016. Mereka menuntut aparat untuk segera mengusut kasus tersebut ke ranah hukum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CODepok - Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan 7.000 personel untuk menjaga unjuk rasa organisasi masa yang dilakukan pada Jumat, 4 November 2016. 

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafly Amar mengatakan petugas keamanan menyiapkan personel gabungan dari TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Brimob untuk menjaga unjuk rasa pada 4 November agar berjalan tertib dan damai. 

    "Polda menyiapkan 7.000 dari 35 ribu anggotanya," kata Boy di Markas Brimob, Kepala Dua, Depok, Senin, 31 Oktober 2016.

    Polisi tidak bisa melarang warga unjuk rasa, tapi harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Sejauh ini, Mabes Polri belum memperkirakan jumlah orang yang bakal datang dari sejumlah wilayah ke Jakarta itu.

    Massa bakal terpusat di Jalan Merdeka Barat, Jumat mendatang. Berdasarkan instruksi Kapolri, semua warga yang ikut unjuk rasa tidak boleh represif. "Kami akan mengedepankan tindakan persuasif dan preventif dalam menjaga unjuk rasa," ujarnya.

    Selain itu, warga yang ikut berdemo mesti tertib dan berhati-hati atas adanya provokasi dari luar. "Jangan sampai anarkistis. Itulah yang kami harapkan kepada masyarakat. Kita tunjukkan bangsa kita yang demokratis, bebas berekspresi, tapi tetap informatif," katanya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.