Pertemuan Jokowi dan Prabowo Disiapkan Sejak Pekan Lalu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi menghampiri kursi Prabowo Subianto yang juga hadir di acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi mengatakan alasan ia menghampiri Prabowo karena dia sangat berbahagia Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat hadir bersama di dalam Rakernas PAN. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jokowi menghampiri kursi Prabowo Subianto yang juga hadir di acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi mengatakan alasan ia menghampiri Prabowo karena dia sangat berbahagia Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat hadir bersama di dalam Rakernas PAN. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo akan bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keduanya, yang sempat bersaing dalam pemilihan presiden pada 2014, akan bertemu di Padepokan Garuda Yaksa, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Senin, 31 Oktober 2016, pukul 12.00.

    “Pertemuan itu sudah direncanakan sejak pekan lalu. Ini pertemuan biasa antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo dalam menjalin silaturahmi,” kata Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Senin, 31 Oktober.

    Sebelumnya, beredar agenda pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Dalam agenda tersebut, Jokowi akan didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menemui Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Petemuan akan digelar pada siang nanti pukul 12.00.

    Dasco membenarkan pertemuan tersebut atas permintaan pihak Istana. Menurut dia, pertemuan akan digelar secara terbatas. “Tidak banyak yang hadir. Yang mendampingi Pak Prabowo dari Gerindra mungkin hanya Pak Moekhlas sebagai Ketua Harian,” ujarnya.

    Terkait dengan topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, Dasco mengatakan keduanya akan membicarakan berbagai macam persoalan, seperti masalah perekonomian, penegakan hukum, dan isu-isu yang tengah hangat saat ini. “Banyak hal, termasuk mungkin masalah pilkada dan RUU Pemilu,” tuturnya.

    Ditanya apakah pertemuan juga akan membahas rencana unjuk rasa 4 November 2016 yang dilakukan Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) untuk mendesak kepolisian memeriksa Ahok, Dasco mengaku tak tahu.

    Menurut dia, kalaupun dibahas dalam pertemuan, masalah unjuk rasa itu tidak akan menjadi topik utama. “Bisa saja dibahas, tapi bukan yang utama. Persoalan yang akan dibicarakan di antara keduanya terkait dengan seluruh persoalan bangsa,” katanya.

    ANGGA SUKMAWIJAYA

    Baca Juga
    Seknas Jokowi: Kasus Ahok Tak Ada Urusannya dengan Presiden
    Survei: Elektabilitas Ahok Anjlok, Anies & Agus Bagaimana?
    Ketua DPR: Aksi 4 November Mengkhawatirkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.