Jual Sembako Murah, Bulog Buka 2.500 Gerai Rumah Pangan Kita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras Bulog/Badan Urusan Logistik. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi beras Bulog/Badan Urusan Logistik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Subang - Perum Bulog menyatakan telah membuka 2.500 gerai Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjual sembako murah dan langsung bersentuhan dengan masyarakat di seluruh Indonesia.

    Baca:
    Bawa Al-Quran dan Berhijab, Begini Pengakuan Lindsay Lohan
    Ahmad Dhani Jadi Calon Wakil Bupati, Maia Estianty Bereaksi  
    Ini yang Terjadi Saat Ayu Ting Ting Bertemu Nagita Slavina 

    "Sampai medio Oktober 2016 sudah dibuka 2.500 gerai. Target kami ke depan, RPK akan hadir di setiap lingkungan Rukun Warga (RW)," kata Direktur Komersial Perum Bulog Karyawan Gunarso, saat ditemui Tempo usai membuka outlet RPK milik koperasi sekolah SMAN 2 Subang, Jumat 21 Oktober 2016.

    Menurut Wawan, panggilan akrab Karyawan Gunarso, untuk saat ini RPR masih paling banyak berada di wilayah Jawa, disusul wilayah Sumatera. Gerai RPK didirikan Bulog bekerja sama dengan pihak ketiga, baik dengan perorangan atau komunitas dan kelompok usaha lainnya.

    Intinya, ujar Wawan, kerja sama pendirian gerai RPK tersebut harus benar-benar memberikan kemudahan kepada warga dalam memperoleh sembako dengan harga yang murah.

    Wawan mengatakan barang yang dipasok oleh Bulog ke gerai-gerai RPK berisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, terigu, telur, daging sapi dan kerbau, cabai merah, bawang merah dan bawang putih.

    Soal harga sembako yang dijual di RPK juga sudah ditentukan oleh Bulog. Misalnya, gula pasir dibanderol Rp 12.500 per kilogram, bawang putih Rp 29.000 per kilogram, minyak goreng Rp 12.500 per kilogram dan daging sapi Rp 85.000 per kilogramnya.

    Pemilik gerai tidak boleh menjual barang dengan menetapkan harga sendiri. "Sebab, dari harga yang ditetapkan Bulog itu, pemilik sudah memiliki margin yang cukup," jelasnya.

    Wawan mengatakan setiap gerai yang sudah menandatangan kerja sama dengan Bulog, pada tahap awal cukup menyimpan modal Rp 5 juta yang disetor ke Bulog. "Kami langsung kirim barang lengkap sesuai pesanan," ucap Karyawan.

    Soal permodalan, menurut Wawan, untuk sementara bersifat mandiri artinya modal ditanggung penuh para pemilik gerai. Tetapi, ia mengaku sedang mengusahan bantuan permodalan buat para pemilik outlet dari perbankan. "Insya Allah dalam waktu dekat bisa terealisasi," imbuhnya.

    Kepala Bulog Subdivre Subang Taufik Budi Nugroho, menambahkan di Subang dan Purwakarta gerai RPK yang sudah beroperasi sebanyak 15 buah. "Ada pun target kami sebanyak 400 buah outlet," katanya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.