Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ini Strategi Gatot Brajamusti Hindari Kasus Seksual

Editor

Sugiharto

image-gnews
Reza Artamevia dan Gatot Brajamusti. TEMPO
Reza Artamevia dan Gatot Brajamusti. TEMPO
Iklan

TEMPO.COJakarta - Paranormal Gatot Brajamusti bakal tancap gas agar bebas dari jerat kasus pelecehan seksual yang dilaporkan CT dan A, dua wanita mantan pengikutnya.

Timnya sudah menyiapkan strategi yang diyakini bisa menggugurkan tuduhan dan status tersangka yang sebentar lagi akan diumumkan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. "Kami punya bukti yang bagus untuk mengungkap apakah benar ada pelecehan seksual dan penipuan,” kata pengacara Gatot Brajamusti, Achmad Rifai, di studio Trans TV di Jalan Piere Tendean, Jakarta Selatan, pada Selasa, 11 Oktober 2016.

BacaGatot Brajamusti Akhirnya Akui Ada Ritual Seks di Padepokan

Menurut Rifai, pihaknya menunggu penetapan tersangka dari penyidik Polda Metro Jaya. Setelah status tersangka diterbitkan, tim pengacara baru bisa melancarkan strateginya. "Setelah Aa (panggilan Aa Gatot Brajamusti) dijadikan tersangka, akan kami ajukan praperadilan atas penetapan tersangka itu,” ucapnya. “Kami akan ungkap buktinya di situ (praperadilan)."

Sayangnya, Rifai merahasiakan bukti apa yang dimiliki. Dia tak menjelaskan juga apakah bukti itu berupa dokumen atau rekaman video. Namun Rifai mengaku yakin bukti itu manjur untuk menggugurkan tuduhan pelecehan seksual dan penipuan terhadap CT dan A.

"Kalau bukti itu diungkapkan di pengadilan, tidak ada alasan bagi penyidik untuk menetapkan Aa Gatot jadi tersangka," ujar Rifai percaya diri.

BacaGatot Brajamusti Perkosa CT? Ini Kata Reza kepada Polisi

Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah, ditangkap polisi pada 28 Agustus 2016 di sebuah hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Mereka dijerat dengan kasus narkoba. Penyanyi Reza Artamevia lolos karena polisi tak menemukan barang bukti.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Muncul kasus lain yang menjerat Gatot Brajamusti, yakni pemilikan senjata api ilegal, pemilikan hewan yang dilindungi, serta pelecehan seksual. CT, 26 tahun, salah satu wanita korban yang melapor ke polisi, mengaku diperkosa Gator Brajamusti ketika berusia 16 tahun. Akibat pemerkosaan tersebut, CT mengaku dua kali hamil, tapi satu kehamilan sudah digugurkan. Lalu, saat kehamilan kedua, CT melahirkan anak yang saat ini sudah berumur 4 tahun.

Pihak Gatot Brajamusti membantah laporan CT dengan menyatakan, kalau memang terjadi pemerkosaan selama 2007-2011, tentu CT sudah lapor polisi sebelumnya.

Simak3 Modus ini Digunakan Gatot Brajamusti Menjerat Korbannya

Belakangan, Gatot Brajamusti terpojok lalu melancarkan metode baru untuk lolos dari jeratan kasus. Pertama, bekas Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu mencopot pengacaranya, Muara Karta Simatupang, lalu menunjuk pengacara baru, Achmad Rifai.

Strategi kedua, Gatot Brajamusti mengaku sebagai korban untuk menyanggah segala tuduhan. “Gatot meyakinkan kami bahwa dia 1.000 persen tidak pernah melakukan pelecehan seksual. Hewan liar juga itu pemberian dari seseorang," ujar Rifai. Mengenai senjata api ilegal, Gatot mengaku diberi oleh mantan pejabat.

TABLOIDBINTANG.COM

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Laporan Kasus Perkosaan Anak oleh Staf Kelurahan di Polres Tangsel Mandek 1,5 Tahun

33 hari lalu

Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com
Laporan Kasus Perkosaan Anak oleh Staf Kelurahan di Polres Tangsel Mandek 1,5 Tahun

Orang tua korban mempertanyakan penanganan kasus perkosaan ini di Polres Tangsel yang sudah ia laporkan sejak Oktober 2022.


New York Times Meragukan Artikelnya Sendiri Soal Kisah Perkosaan Hamas

27 Maret 2024

Pemandangan dari udara menunjukkan kerusakan yang terjadi setelah infiltrasi massal oleh kelompok bersenjata Hamas dari Jalur Gaza, di Kibbutz Beeri di Israel selatan, 11 Oktober 2023. REUTERS/ Ilan Rosenberg
New York Times Meragukan Artikelnya Sendiri Soal Kisah Perkosaan Hamas

Video baru New York Times soal tentara Israel membantah dugaan perkosaan yang dilakukan Hamas terhadap perempuan selama serangan 7 Oktober


Robinho Akan Jalani Hukuman 9 Tahun di Brasil karena Kasus Perkosaan di Italia

21 Maret 2024

Robinho. Foto/Instagram/Robinho
Robinho Akan Jalani Hukuman 9 Tahun di Brasil karena Kasus Perkosaan di Italia

Mantan pemain Manchester City dan Real Madrid, Robinho, akan menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun atas kasus pemerkosaan.


Survei Pernah Ungkap India sebagai Negara Tak Aman untuk Perempuan

10 Maret 2024

Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com
Survei Pernah Ungkap India sebagai Negara Tak Aman untuk Perempuan

Survei yang dilakukan Thomson Reuters Foundation pada 2018 silam pernah mengungkap India sebagai salah satu negara tak aman untuk perempuan.


Perkosaan kepada Turis Kembali Terjadi di India, Ini 5 Negara Paling Berbahaya untuk Perempuan

8 Maret 2024

Sebuah tanah lapang tempat terjadinya perkosaan terhadap turis asal Inggris yang sedang berlibur ke Goa, India. Sumber: CNN.com
Perkosaan kepada Turis Kembali Terjadi di India, Ini 5 Negara Paling Berbahaya untuk Perempuan

Perkosaan kepada turis perempuan asal Spanyol di India mencoreng pariwisata di negara tersebut


Dugaan Pelecehan Seksual Istri Pasien oleh Dokter di Palembang, Bukan Perkosaan Tapi Ini Kata Pelapor

1 Maret 2024

ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)
Dugaan Pelecehan Seksual Istri Pasien oleh Dokter di Palembang, Bukan Perkosaan Tapi Ini Kata Pelapor

Febriansyah, Pengacara TA menjelaskan kliennya yang sedang hamil tersebut bukan mengalami perkosaan oleh dokter MY.


Hamas Bantah Tuduhan Perkosaan dan Kekerasan Seksual dalam Serangan 7 Oktober

5 Desember 2023

Pemandangan rumah-rumah yang rusak, menyusul infiltrasi mematikan oleh kelompol Hamas dari Jalur Gaza, di Kibbutz Kfar Aza di Israel selatan, 18 Oktober 2023. REUTERS/Violeta Santos Moura
Hamas Bantah Tuduhan Perkosaan dan Kekerasan Seksual dalam Serangan 7 Oktober

Hamas membantah tuduhan bahwa anggotanya melakukan pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap warga Israel.


Israel dan AS Tuding Hamas Lakukan Perkosaan pada 7 Oktober, Tapi Tolak Diselidiki PBB

5 Desember 2023

Pemandangan dari udara menunjukkan kerusakan yang terjadi setelah infiltrasi massal oleh kelompok bersenjata Hamas dari Jalur Gaza, di Kibbutz Beeri di Israel selatan, 11 Oktober 2023. REUTERS/ Ilan Rosenberg
Israel dan AS Tuding Hamas Lakukan Perkosaan pada 7 Oktober, Tapi Tolak Diselidiki PBB

Israel dan Amerika Serikat mengklaim terjadinya perkosaan oleh Hamas terhadap sejumlah perempuan dalam serangan pada 7 Oktober lalu.


Pemenang Nobel Perdamaian Mencalonkan Diri sebagai Presiden Kongo

3 Oktober 2023

Ginekolog dan aktivis Republik Demokratik Kongo Denis Mukwege, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2018 mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan presiden pada bulan Desember 2023 di gereja Paroki Fatima di Kinshasa , Republik Demokratik Kongo 2 Oktober 2023. REUTERS/Justin Makangara
Pemenang Nobel Perdamaian Mencalonkan Diri sebagai Presiden Kongo

Denis Mukwege, dokter kandungan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2018, mencalonkan diri sebagai presiden Kongo dalam pilpres Desember


PBB: Rusia Siksa Sejumlah Warga Ukraina Secara Brutal hingga Tewas

25 September 2023

Jasminka Dzumhur, Erik Mose dan Pablo de Greiff, anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen tentang Ukraina, menghadiri konferensi pers di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss, 23 September 2022. REUTERS/Denis Balibouse
PBB: Rusia Siksa Sejumlah Warga Ukraina Secara Brutal hingga Tewas

Metode penyiksaan yang dilakukan Rusia di sebagian wilayah Ukraina yang didudukinya sangat brutal hingga beberapa korbannya tewas