Menteri Retno Bantah Ada 13 Polisi WNI Hilang di Haiti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menghadiri rapat koordinasi di Kemenkopolhukam, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menghadiri rapat koordinasi di Kemenkopolhukam, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.COBogor - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa tak ada polisi asal Indonesia yang hilang saat badai Matthew melanda wilayah Haiti. Sebanyak 13 polisi sempat dikabarkan terjebak badai itu saat bertugas dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    "Kamis lalu ada laporan itu. Tapi sudah diperiksa perwakilan Indonesia di sana, informasi itu tidak benar," ujarnya di kawasan Sentul, Bogor, Senin, 10 Oktober 2016.

    Retno mengatakan informasi keliru itu diklarifikasi langsung oleh salah satu komandan yang menjadi atasan 13 polisi WNI tersebut. Mereka saat ini sudah berada di United Nations Police Operations (UNPOL) di Haiti. "Dubes RI di Kuba bicara langsung dengan komandan mereka," tuturnya.

    Hingga 7 Oktober lalu, badai yang diklaim terkuat di Benua Amerika itu telah menewaskan lebih dari 840 orang di Haiti dan menyebabkan puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. Sebagian meninggal karena wabah kolera yang muncul bersamaan dengan badai tersebut.

    Terkait dengan badai Matthew, Retno mengatakan informasi tentang keselamatan WNI terus dipantau Kedutaan Besar RI di Washington serta Konsulat Jenderal RI di Florida dan Georgia. Alasannya, badai Matthew diramalkan tengah bergerak ke dua wilayah tersebut.

    YOHANES PASKALIS

    Baca: 
    Koalisi HATI Minta Presiden Batalkan Eksekusi Mati Narkoba
    Aa Gatot Minta Dibekingi Jokowi, Siapa Mafia Narkoba Itu?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.