Budayawan Karkono Kamajaya Dapat Penghargaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembacaan dan musikalisasi puisi dalam Borobudur Writer Festival 2012, kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (30/10). TEMPO/Suryo Wibowo

    Pembacaan dan musikalisasi puisi dalam Borobudur Writer Festival 2012, kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (30/10). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Almarhum Karkono Partokusumo Kamajaya mendapat penghargaan dari panitia Borobudur Writers & Cultural Festival. Apresiasi yang diberi nama Sang Hyang Kamahayanikan Award itu diberikan kepada budayawan Karkono karena dianggap memberikan kontribusi besar dalam pengkajian budaya dan sejarah Nusantara. Karkono menerima penghargaan saat penutupan acara itu di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu malam, 8 Oktober 2016.

    Karkono adalah penulis yang aktif sejak zaman revolusi. Dia pernah bekerja sebagai jurnalis, pendiri berbagai media massa dan menerbitkan buku untuk memperkenalkan berbagai karya sastra Jawa Klasik. Sepanjang hidupnya Karkono tekun mempelajari karya pujangga Jawa, seperti Ranggawarsita.

    Pada 1975-1982 Karkono membuat alih aksara Serat Centini dari huruf Jawa ke dalam aksara Latin. “Dari alih aksara inilah, Serat Centhini menjadi lebih dikenal masyarakat luas,” kata anggota tim Samana Foundation penyelenggara Borobudur Writers & Cultural Festival, Wicaksono Adi.

    Menurut Wicaksono, kerja Karkono itu mempermudah pengkaji dan peneliti menelaah karya besar dalam khazanah sastra Jawa. Darmadi dari Lembaga Javanologi Yogyakarta mewakili keluarga Karkono menerima penghargaan itu.

    Tokoh perintis yang telah mempopulerkan sekaligus pembuka pintu Serat Centini itu lahir pada 23 November 1915 di Sragen, Jawa Tengah. Karkono wafat pada 5 Juli 2003. Dia membuka jalan penerjemahan Serat Centhini dalam Bahasa Indonesia, penulisan ulang maupun lahirnya berbagai karya mandiri yang terinspirasi dari Serat Centini.

    Tokoh lain yang menerima penghargaan itu adalah Halilintar Lathief, penjaga pendeta agama Bugis Kuno pra Islam atau Bissu di Sulawesi Selatan.

    SHINTA MAHARANI

    Baca juga:
    Penyebar Video Ahok Diteror, Buni Yani Tak Gentar
    Besok, Gudang Garam Stop Beli Tembakau Petani Sumenep
    Pedagang Thamrin City Tuntut DPRD Jakarta Lengserkan Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?