Selasa, 17 September 2019

Jadi Korban Dimas Kanjeng, Satu Keluarga Ini Depresi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas usai melakukan rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. ANTARA FOTO

    Tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring petugas usai melakukan rekontruksi di padepokannya Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur, 3 Oktober 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Brebes - Sejumlah warga Brebes dilaporkan ada yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Hal ini terungkap setelah penangkapan Taat pada 22 September lalu. Bahkan, saat penangkapan, beberapa warga Brebes sedang berada di Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur.

    Salah satu pengikut Dimas Kanjeng itu adalah Makdun, 52 tahun. Warga Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Brebes, ini bersama keluarganya bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng sejak 2011. Namun, sejak Dimas Kanjeng tertangkap karena kasus penipuan, keluarga Makdun jarang bersosialisasi dengan warga.

    Kepala Desa Rancawuluh, Edi Supriyadi, membenarkan kabar bahwa Makdun dan kedua anaknya, yakni Fatimah, 28 tahun, dan Tosim, 24 tahun, merupakan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Mereka sudah pulang ke kampung halamannya di Brebes pada Jumat, 7 Oktober 2016. “Sekarang mereka sudah di rumah,” katanya.

    Baca Juga: Terungkap Kisah Dimas Kanjeng Merusak Rumah Tangga

    Menurut Edi, Makdun dan sekeluarga mengalami depresi lantaran malu dengan para tetangga. Mereka hingga kini belum bisa ditemui wartawan. Edi menyebutkan kondisi keluarga Makdun cukup memperihatinkan. Keluarga Makdun ketakutan karena banyak warga yang sudah menyetor uang dan dijanjikan mendapatkan uang berlipat ganda, tapi hingga kini tidak pernah terwujud. “Sejak 2011, Makdun mengajak warga untuk ikut menyetor uang ke Kanjeng Dimas."

    Edi menambahkan, selain Makdun, masih banyak warganya yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Ia mengaku pernah ditawari untuk ikut bergabung menjadi pengikut Dimas Kanjeng, oleh salah seorang temannya. Edi diiming-imingi bisa mendapat uang berlipat ganda, tapi syaratnya harus membayar mahar terlebih dulu.

    Simak: Selesai Jalani Rehabilitasi, Ini Harapan Reza Artamevia

    Saat itu Edi sempat tergiur. Bahkan dia sempat menyetor uang sebesar Rp 400 ribu. Namun seiring berjalannya waktu, uang yang dijanjikan tak pernah ada. “Setahun kemudian saya minta lagi, tapi tidak ada,” katanya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

    Baca juga:
    Survei:  Ahok Disokong Segmen Mapan, Anies & Agus?
    Survei Populi: Elektabilitas Ahok 45,5 Persen, Tidak Anjlok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.