Selasa, 17 September 2019

Kata Wapres JK Soal Pergantian Ketua DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendengarkan Ketua BPK Harry Azhar Azis saat menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2015 di Istana Negara, Jakarta, 6 Juni 2016. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendengarkan Ketua BPK Harry Azhar Azis saat menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2015 di Istana Negara, Jakarta, 6 Juni 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah pertemuan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin menyinggung isu pergantian kursi di lembaga legislatif tersebut. Menurut dia, perjumpaan itu hanya membicarakan masalah politik nasional dan anggaran pendapatan dan belanja negara agar bisa lebih baik lagi.

    "Bicara bagaimana agar hubungan pemerintah dengan DPR lebih baik," ucap Kalla di kantornya, Jakarta, Senin, 3 Oktober 2016.

    Karena tidak membahas isu seputar pergantian Ketua DPR, Kalla juga menyatakan tidak ada pembicaraan mengenai pemulihan nama baik Ketua Umum Golkar Setya Novanto. "Tidak. Saya tidak bicarakan (soal Setya Novanto)," ujarnya. Kalla juga enggan menanggapi lebih lanjut ihwal isu pergantian Ketua DPR. "Itu merupakan masalah di DPR," katanya.

    Wacana pergantian Ketua DPR memanas setelah Novanto mendapatkan pemulihan nama baik dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Hal itu terkait dengan persidangan yang melibatkan Novanto, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin, dan pengusaha minyak Riza Chalid.

    BacaIbu yang Mutilasi Anak Ternyata Istri Anggota Provos Polda Metro

    Pelaksana tugas Ketua Fraksi Golkar Kahar Muzakir menuturkan meski nama Novanto telah dipulihkan MKD, belum tentu ia akan naik menjabat kembali sebagai Ketua DPR. Menurut dia, semua keputusan tersebut ada di tangan Novanto. "Apakah dia merasa perlu, mengingat kesibukannya sekarang," ucapnya.

    Menurut Kahar, semenjak Novanto terpilih jadi Ketua Umum Golkar dia sudah tidak ada urusan lagi dengan jabatan Ketua DPR. "Yang dia urus, cuma memulihkan namanya," ucapnya.

    Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan, pemulihan nama baik untuk Setya Novanto merupakan hasil dari peninjauan kembali atas persidangan etik di MKD. Namun Sufmi membantah bila pemulihan nama baik itu dikaitkan dengan ingin kembalinya Novanto ke posisi Ketua DPR.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.