Aparat Polres Bima Buru Pelaku Mutilasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mutilasi (ilustrasi)

    Mutilasi (ilustrasi)

    TEMPO.COBima - Aparat Kepolisian Resor Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, hingga saat ini masih terus memburu pelaku mutilasi terhadap Husein Landa, 42 tahun, warga Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. "Masih dalam proses pengejaran,” kata Kepala Polres Kota Bima Ajun Komisaris Besar Ahmad Nurman Ismail, Rabu, 28 September 2016.

    Menurut Nurman, untuk memudahkan perburuan, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya mencari informasi dari sejumlah pihak, seperti dari istri korban, keluarga, dan saksi yang menemukan potongan tubuh korban. “Setelah hasil penyelidikan dirasa cukup, kami akan lakukan gelar perkara,” ujarnya.

    Nurman mengakui hingga saat ini belum ada pihak yang dicurigai sebagai pelaku mutilasi. Namun ia optimistis bisa membekuknya. "Pasti terungkap. Pelaku pembunuhan biasanya tidak tenang hidupnya,” ucapnya seraya mengimbau pelaku segera menyerahkan diri.

    Aparat Polres Kota Bima bersama Polda NTB serta Polsek Asakota hari ini akan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan serta mutilasi terhadap Husein Landa, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. Tim Laboratorium Forensik Polda NTB juga dilibatkan. Sebelumnya sudah dilakukan empat kali olah TKP di lokasi yang berbeda. “Kawasan yang diduga menjadi TKP yang menjadi lokasi pembunuhan dan mutilasi kami persempit arahnya. Mudah-mudahan ditemukan hasil yang signifikan,” tuturnya.

    Baca: Percaya Koper Ajaib Dimas Kanjeng, Setelah Dibuka

    Tubuh Husein ditemukan dalam keadaan terpotong-potong dan terbungkus karung di Lingkungan Ule, di dekat lokasi wisata pemandian Bima Tirta, Selasa, 27 September 2016. Sebelumnya, ia dinyatakan hilang oleh keluarganya karena tak kunjung pulang selama dua hari.

    Identitas korban diketahui setelah polisi melakukan tes DNA terhadap jasad korban di Rumah Sakit Umum Daerah Bima. Hingga kini jenazah Husein belum diambil pihak keluarga. "Kami sudah menyerahkan kepada keluarga untuk mengambilnya," kata Nurman.

    AKHYAR M. NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.