Rabu, 21 Februari 2018

Dimas Kanjeng dan Peti Ajaib Pengganda Uang, Isinya...  

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 28 September 2016 10:01 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Kanjeng dan Peti Ajaib Pengganda Uang, Isinya...  

    Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com

    TEMPO.CO, Probolinggo - Ada sejumlah modus dugaan penipuan penggandaan uang yang dilakukan oleh Taat Pribadi, Guru Besar Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Salah satu modusnya, para pengikut padepokan tersebut diberi peti ajaib berukuran kecil seperti kotak amal.

    Baca juga
    Rina Nose dan Fachrul Ketemu Lagi, Masih, Sayang: Mau Balikan?
    Polisi Sebut Reza Elma Tahu Pesta Seks Gatot Brajamusti

    “Kotaknya terbuat dari kayu dan ada ukiran bagus,” kata warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang dengan alasan keamanan minta jati dirinya tidak diungkap, Rabu, 28 September 2016. Kotak tersebut dilengkapi dengan kunci gembok. “Hanya boleh dibuka sewaktu-waktu dan sudah ditentukan tanggal pembukaannya,” katanya.

    Kotak itu dipercaya berisi uang berlipat ganda yang tiba-tiba muncul beberapa lama setelah korban menyetor uang lewat kordinator pengikut Taat di Situbondo. “Tak sampai hitungan tahun, hitungan bulan dipercaya akan muncul uang berlipat ganda,” ujar sumber Tempo berdasarkan pengakuan sejumlah korban.

    Baca: Ini Salawat Fulus, Klaim Ajaran Dimas Kanjeng Gandakan Uang

    Selanjutnya: nyatanya...

    Namun nyatanya, uang yang dipercaya muncul secara gaib itu tak ada. “Hasilnya nihil,” kata sumber ini lagi. Anehnya, sampai sekarang masih ada pengikut Taat yang percaya ihwal kotak ajaib tersebut. Di Situbondo diperkirakan ada ratusan pengikut Taat. “Jumlah uang yang mereka setorkan sudah mencapai puluhan milyar,” katanya.

    Pada 22 September 2016, jajaran Polda Jawa Timur menggerebek Padepokan Kanjeng Dimas dan menangkap pemiliknya, Taat Pribadi, yang diduga terlibat kasus pembunuhan berencana terhadap mantan santrinya. Taat diduga memerintahkan anak buahnya bernama Wahyu menghabisi Abdul Gani dan Ismail Hidayah.

    Baca: Polda: Pengikut Yakin, yang Ditangkap Bukan Dimas Kanjeng Asli

    Polisi menduga korban dibunuh lantaran akan membongkar praktek penggandaan uang sang guru. Polda menetapkan satu tersangka, yakni Taat Pribadi, tapi penyidik sedang memburu tiga buron lain yang diduga kuat terlibat pembunuhan itu. Polres Probolinggo juga menetapkan enam tersangka dari warga setempat dalam kasus ini.

    Kesembilan tersangka—selain Taat Pribadi—ditengarai sebagai eksekutor atau orang yang turut membantu pembunuhan berencana itu.Sselain mengusut kasus pembunuhan, polisi menyelidiki dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan Taat. Polisi menerima dua laporan terkait dugaan penipuan ini.

    ISHOMUDDIN

    Baca juga
    Rina Nose dan Fachrul Ketemu Lagi, Masih, Sayang: Mau Balikan?
    Polisi Sebut Reza Elma Tahu Pesta Seks Gatot Brajamusti
    Sindir Mario, Hotman Paris: Tukang Becak pun Sayang Anaknya


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    NAM Air Tepat Waktu, Maskapai dengan OTP Terbaik di Asia Pasifik

    Kementerian Perhubungan mengumumkan bahwa NAM Air dan empat maskapai lain memiliki OTP rata-rata di atas standar Asosiasi Maskapai Asia Pasifik.