Lima Pasang Calon Wali Kota Mendaftar di KPU Pekanbaru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon walikota Pekanbaru. facebook.com

    Calon walikota Pekanbaru. facebook.com

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Komisi Pemilihan Umum Kota Pekanbaru telah menerima pendaftaran lima pasang calon Wali Kota Pekanbaru untuk pemilihan kepala daerah serentak pada 17 Februari 2017. Tiga pasangan di antaranya diusung partai politik sedangkan dua lagi mendaftar melalui jalur perseorangan.

    "Lima pasang bakal calon sudah kami terima pendaftarannya sejak dua hari lalu," kata Komisioner KPU Pekanbaru Arwin, kepada Tempo, Jumat, 23 September 2016. Menurut Arwin, KPU Pekanbaru telah membuka pendaftaran sejak Rabu, 21 September 2016. Pendaftaran ditutup hari ini, 23 September.

    Arwin memperkirakan, hari ini tidak ada lagi pasangan calon yang akan mendaftarkan diri. Namun, komisioner tetap akan menunggu dan membuka pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan. "Kami tunggu hingga pukul 00.00 malam," katanya.

    Arwin menjelaskan, setelah pendaftaran ditutup, KPU langsung melakukan tahap penelitian berkas sampai 29 September 2016. Pengumuman peserta yang lolos dilakukan setelah berkas pencalonan dinyatakan lengkap.

    Wali Kota Pekanbaru Firdaus mendaftarkan diri bersama calon wakilnya Ayat Cahyadi. Mereka diusung Partai Demokrat, PKS, dan Partai Gerindra. Pasangan Ramli Walid-Irvan Herman yang diusung Partai Golkar, NasDem, Hanura, dan PKB. Ramli Walid adalah pegawai negeri Provinsi Riau yang menjabat Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah. Sedangkan Irvan Herman merupakan anak dari mantan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah.

    Pasangan berikutnya, Dastrayani Bibra-Said Usman diusung PDI Perjuangan dan PPP. Dastrayani Bibra atau akrab disapa Ide adalah pegawai negeri yang menjabat sebagai staf ahli di Pemerintahan Kota Pekanbaru. Sedangkan Said Usman anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PPP.

    Dua pasangan lain yang telah mendaftar melalui jalur independen, yakni Syahril-Said Zohrin dan Herman Nazar-Dedi Warman.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.