PKS: Pencalonan Mardani sebagai Wakil Gubernur Sudah Diterima Prabowo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Gerindra, Prabowo Subianto (kedua kiri), melambaikan tangan bersama Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, saat menghadiri Rakornas PKS di Depok, 12 Januari 2016. Rakornas ini akan membahas tupoksi, program strategis serta rencana kegiatan dan anggaran tahunan (RKAT) 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ketum Gerindra, Prabowo Subianto (kedua kiri), melambaikan tangan bersama Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, saat menghadiri Rakornas PKS di Depok, 12 Januari 2016. Rakornas ini akan membahas tupoksi, program strategis serta rencana kegiatan dan anggaran tahunan (RKAT) 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.COJakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan keputusan mengusung kadernya, Mardani Ali Sera, menjadi pendamping bakal calon gubernur Sandiaga Uno dalam pilkada DKI Jakarta 2017 sudah sesuai dengan pertimbangan pimpinan partai. Keputusan itu juga sudah dikomunikasikan secara resmi dengan pemimpin Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

    "Pencalonan Mardani sebagai wakil gubernur sudah kami komunikasikan, antara saya, Ketua Majelis Syuro, dan Ketua Umum Gerindra sekaligus Ketua Dewan Pembina, yaitu Pak Prabowo. Itu terjadi pada Selasa, 6 September 2016," kata Sohibul di kantor DPP PKS, Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu, 14 September 2016.

    Sohibul menjelaskan, PKS mengusung Mardani lantaran dia termasuk kader potensial yang memenuhi syarat dan prasyarat. "Selama ini kami sudah ikhtiar dan mencari. Awalnya, sekalipun bukan dari kader PKS, asalkan ada yang sangat luar biasa bisa potensial mengalahkan inkumben, kami sepakat memilih kader internal," ujarnya.

    Sohibul mengatakan, dalam waktu dekat, ia akan menggelar deklarasi untuk meresmikan Sandiaga-Mardani sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Karena ini sudah diterima Prabowo, kami langsung mengadakan konsolidasi lebih lanjut," ucapnya.

    Bukan hanya itu, ia juga akan mensosialisasi pasangan tersebut kepada struktur dan semua kader di DKI Jakarta untuk membangun konsolidasi terkait dengan pemenangan pilkada. "Kendati demikian, dengan pencalonan ini, tidak berarti kami tidak membangun komunikasi dengan partai-partai lain," tuturnya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.