Untuk Uji Mental, 40 Calon Jaksa Hadiri Sidang Kasus Mirna  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung sidang memperhatikan rekaman CCTV dalam sidang kasus pembunuhan Mirna dengan tersangka Jessica Kumala Wongso di PN Jakarta Pusat, Jakarta, 13 Juli 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengunjung sidang memperhatikan rekaman CCTV dalam sidang kasus pembunuhan Mirna dengan tersangka Jessica Kumala Wongso di PN Jakarta Pusat, Jakarta, 13 Juli 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Sebanyak 40 calon jaksa memadati sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 14 September 2016. 

    Para calon jaksa yang mengaku praktek kerja lapangan (PKL) di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat itu datang sejak pukul 09.00. Lengkap dengan kemeja dinas kejaksaan cokelat, mereka duduk di barisan depan kursi penonton. Semua calon jaksa pria mencukur habis rambut mereka, membuat pemandangan di dalam ruang sidang menjadi mencolok dibanding sidang-sidang sebelumnya.

    "Kami diminta mentor kami untuk memperhatikan sidang ini. Sebab, ini salah satu materi PKL," kata Aryaguna, salah satu calon jaksa yang hadir di sana. Ia menilai sidang ini menarik dan banyak diperhatikan masyarakat.

    Calon jaksa dari Kejaksaan Negeri Malinau, Kalimantan Timur, itu mengatakan sidang pembunuhan Mirna bisa menjadi bahan pelajaran untuk mengetahui bagaimana teknis sidang berjalan. Arya dan teman-temannya merupakan peserta program Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ).

    Jefri, calon jaksa lain yang ikut hadir, mengatakan sidang ini bisa menjadi latihan mental bagi dia dan kawan-kawannya. "Kalau di daerah tak ada tekanan seperti banyak kamera kayak di sini. Jadi untuk uji mental," ujarnya.

    Selama ini, ia hanya bisa menghadiri sidang-sidang di tingkat daerah. Sidang Jessica hanya bisa disaksikannya lewat layar kaca. Dengan adanya PKL ini, ia mengaku senang bisa mendapat kesempatan untuk menyaksikan sidang secara langsung.

    Dalam sidang hari ini, rencananya kuasa hukum dari pihak Jessica akan mendatangkan ahli toksikologi kimia, Dr rer nat Budiawan. Ini merupakan sidang ke-20 sejak pertama kali dilangsungkan pada 15 Juni 2016.

    EGI ADYATAMA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.