Masjid Istiqlal Hapus Sistem Kupon Pembagian Hewan Kurban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua ekor sapi peranakan Ongole milik Presiden Joko Widodo berbobot 1,5 ton dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbobot 1,3 ton diserahkan kepada pihak Masjid Istiqlal, 11 September 2016. TEMPO/Larissa

    Dua ekor sapi peranakan Ongole milik Presiden Joko Widodo berbobot 1,5 ton dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbobot 1,3 ton diserahkan kepada pihak Masjid Istiqlal, 11 September 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya telah menghapus sistem kupon pembagian daging kurban ke warga Jakarta pada Idul Adha tahun ini. "Istiqlal kita manage, nanti kita serahkan ke masjid-masjid di Jakarta," kata Nasaruddin kepada wartawan pada Senin, 12 September 2016.

    Nasaruddin menjelaskan mulai tahun ini Istiqlal tidak akan memotong seluruh hewan kurban di masjid Istiqlal. Hanya beberapa hewan yang akan dipotong di Istiqlal. Sebagian besar hewan didistribusikan ke masing-masing masjid di sekitar Jakarta.

    Hewan kurban nanti diserahkan langsung ke masing-masing masjid di Jakarta. Setiap masjid akan membagikan daging ke para jamaahnya. Menurut dia, metode ini diperkirakan akan tepat sasaran ke warga Jakarta. Karena yang menerima kupon daging adalah jamaah di masing-masing masjid.

    Dia ingin membenahi sistem pembagian hewan kurban di Istiqlal. Nasaruddin menjelaskan sebelumnya Istiqlal selalu disorot media massa karena pembagian kupon daging yang bermasalah. Dia paham, sebelumnya pembagian daging sering antre dan berjejal.

    Tahun ini ia menghapus sistem antre kupon daging tersebut. Rencananya 21 ekor sapi dan sejumlah ekor kambing akan dipotong hari ini setelah pelaksanaan salat Idul Adha. Kemudian sapi akan dipotong di beberapa wilayah di Jakarta.

    Kemungkinan, sapi yang dipotong di Istiqlal hanya hewan kurban dari Presiden Joko Widopdop, wakilnya Jusuf Kalla, dan menteri agama. Sebelumnya, Nasaruddin Umar mengatakan pelaksanaan salat Idul Adha hari ini bakal dipimpin oleh pengurus muda dari Nahdlatul Ulama, KH. Cholil Nafis.

    Diperkirakan ada 150 ribu warga Jakarta dan luar kota yang akan mengikuti salat bersama. Jumlah ini lebih banyak ketimbang pelaksanaan salat Idul Fitri beberapa bulan lalu. Mengingat, sebagian besar warga Jakarta tidak pulang ke kampung halaman.
    AVI HIDAYAT
    Baca:
    Presiden Jokowi dan Wapres JK Tak Salat Idul Adha di Istiqlal
    Pengurus Muda NU Pimpin Salat Idul Adha di Mesjid Istiqlal

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.