Sutiyoso Bisiki Budi Gunawan, Ungkap Kelemahan BIN?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BIN Sutiyoso bersama Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbincang bersama saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 9 September 2016. TEMPO/Subekti

    Kepala BIN Sutiyoso bersama Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbincang bersama saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 9 September 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - A.M. Hendropriyono bukan satu-satunya pemimpin Badan Intelijen Negara yang memberi saran kepada calon Kepala BIN Komisaris Jenderal Budi Gunawan (BG). Sekarang, giliran Sutiyoso yang memberi saran. Sutiyoso adalah Kepala BIN yang akan digantikan Budi. "Saya beri informasi ke BG bahwa personel BIN harus terus dilengkapi," ujar Sutiyoso saat dicegat awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 9 September 2016.

    Sutiyoso melanjutkan, personel BIN perlu terus diperbaiki, baik secara kuantitas maupun kualitas, karena kemampuannya masih timpang dibandingkan dengan jumlah warga negara Indonesia yang harus dilindungi. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa.

    Menurut Sutiyoso, setidaknya BIN harus mampu menaungi 50 persen jumlah penduduk Indonesia. Jika tidak, ke depannya akan makin kesulitan menjalankan tugas. "Lembaga lain mana yang kekuatannya kurang dari 50 persen? Enggak ada (hanya BIN)," ujar Sutiyoso.

    Sutiyoso optimistis Budi  bisa membawa perubahan ke BIN sebagaimana yang ia maksud. Sutiyoso beranggapan bahwa Budi adalah polisi yang cerdas sehingga BIN bisa banyak berubah di bawah tangannya, terutama menjadi lebih kuat dan profesional.

    "Dan juga disegani negara lain. Itu keinginan saya," ujar Sutiyoso yang mengaku legowo melepas jabatannya ke Budi Gunawan karena jabatan kepala BIN hanyalah amanah yang bersifat temporer.

    Kemarin, Hendropriyono memberi masukan yang senada kepada Budi Gunawan. Menurut dia, BIN harus diperkuat di bawah Budi Gunawan karena ancaman terorisme terhadap Indonesia makin kentara. Salah satunya adalah terorisme lintas negara yang ditandai dengan rencana ISIS memindahkan jaringan operasionalnya ke Filipina. “Itu kan tandanya makin dekat ke Indonesia," ujar Hendropriyono. (Baca juga: Hendropriyono: Budi Gunawan Jadi Kepala BIN karena Politik)

    ISTMAN M.P.

    Berita lainnya:
    Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola Akhir Minggu Ini
    Hal-hal yang Tak Banyak Diketahui Wanita tentang Dirinya
    Mario Teguh Tak Akui Anaknya, 4 Fakta Tunjukkan Sebaliknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.