Keracunan Massal di Jeneponto, Kerang Bulu Dicurigai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit perut/keracunan makanan. Riskmanagement365.com

    Ilustrasi sakit perut/keracunan makanan. Riskmanagement365.com

    TEMPO.CO, Makassar - Kepala Seksi Pengamatan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Suryaningrat, menyatakan, pihaknya telah mengambil sampel kerang yag diduga meracuni warga Desa Mallosoro, Kecamatan Bangkala. "Kami akan periksa di laboratorim untuk memastikan kandungan racun pada kerang itu," kata Suryaningrat, Rabu, 31 Agustus 2016.

    Sebanyak 63 warga Jeneponto mengalami keracunan sejak tiga hari belakangan ini. Mereka diduga mengkonsumsi kerang bulu yang diambil dari pinggir laut. Akibat keracunan itu, dua warga tewas. Menurut Suryaningrat, selain mengambil sampel kerang pihaknya juga mengambil air laut dan air sumur milik warga. Dia mengatakan, Dinas Kesehatan akan meneliti kandungan bakterial dan kimiawi dari air laut itu.

    Dinas Kesehatan Jeneponto juga mengirim sampel kerang ke Balai Besar Badan Pegawasan Obat dan Makanan di Makassar. Menurut Suryaningrat, belum ada kepastian dugaan kandungan racun yang menyebabkan puluhan warga keracunan. Pantauan Tempo di Desa Mallasoro, Jeneponto, ratusan warga mendatangi puskesmas dan balai kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

    Di tempat itu, warga diberi obat-obatan anti muntah dan obat sakit kepala. "Saya juga makan kerang dan beruntung tidak keracunan," kata warga Janeponto bernama Muhammad Saleh, 60 tahun. Sementara itu, pasien keracunan yang masih dirawat masih berjumlah 24 orang. Kondisi tubuh mereka masih lemas sehingga masih diinfus di ruang perawatan puskesmas. Sebagian dari korban masih merasakan kepala pusing dan mual.

    ABDUL RAHMAN

    Baca Juga
    TERUNGKAP: Jejak Narkoba Gatot Brajamusti Terendus Sejak 2006
    Kamu Ahok Bukan? Lalu Buk..Buk...Penumpang Ini Dikeroyok



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.