Menlu: Dua Sandera Abu Sayyaf Sudah Pulang ke Keluarga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Sofyan (tengah), korban sandera militan Abu Sayyaf, dikawal polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan mengaku melarikan diri setelah Abu Sayyaf mengancam akan memenggal lehernya. REUTERS/Stringer

    Muhammad Sofyan (tengah), korban sandera militan Abu Sayyaf, dikawal polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan mengaku melarikan diri setelah Abu Sayyaf mengancam akan memenggal lehernya. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan kedua warga negara Indonesia yang bebas dari jaringan teroris Abu Sayyaf telah kembali ke keluarga masing-masing. Dua korban penyanderaan itu pulang ke rumahnya masing-masing pada Sabtu kemarin. Info yang beredar sebelumnya mengatakan pemulangan kedua sandera itu akan terjadi pekan ini.

    "Dua sandera yang lepas sudah kembali ke Indonesia pada Jumat tengah malam," ujar Retno saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 29 Agustus 2016. "Pada Sabtu, pukul 11.30, Kemenlu mengantarkan keduanya ke pihak keluarga."

    Dua sandera Abu Sayyaf yang telah kembali ke Indonesia itu adalah Muhammad Sofyan dan Ismail. Keduanya adalah anak buah kapal TB Charles milik PT Rusianto bersaudara.

    Sofyan dan Ismail, yang disandera sejak Juni, kabur dari jaringan teroris Abu Sayyaf pada dua pekan lalu. Mereka melarikan diri memanfaatkan kegelapan malam.

    Retno menjelaskan, kepulangan Ismail dan Sofyan sengaja ditutupi karena permintaan pihak keluarga. Keluarga, kata ia, memohon privasi dalam kepulangan keduanya agar tidak menjadi perhatian banyak media.

    "Karena itu, kami penuhi permintaannya dan tidak dilakukan press release seperti biasa. Saya doakan semoga pembebasan sandera yang lain juga berhasil," ujar Retno.

    Ditanyai apakah ada informasi-informasi penting dari Sofyan dan Ismail soal kekuatan jaringan teroris Abu Sayyaf, Retno menjawab ada. "Tapi belum bisa saya sampaikan," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.