Toilet di Titik Nol Batal, Pedestrian Malioboro Ditata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Kyai Jongwiyat yang ditunggangi pengantin GKR Hayu dan KPH Notonegoro melewati kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta (23/10). Selain kereta Kyai Jongwiyat yang ditunggangi pasangan pengantin, kirab ini diikuti oleh 12 kereta milik  Keraton Yogyakarta, 60 kuda, 240 prajurit tradisional Keraton dan diamankan oleh 3000an relawan. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Kereta Kyai Jongwiyat yang ditunggangi pengantin GKR Hayu dan KPH Notonegoro melewati kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta (23/10). Selain kereta Kyai Jongwiyat yang ditunggangi pasangan pengantin, kirab ini diikuti oleh 12 kereta milik Keraton Yogyakarta, 60 kuda, 240 prajurit tradisional Keraton dan diamankan oleh 3000an relawan. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY mencoret rencana proyek pembangunan toilet bawah tanah di kawasan Titik Nol Kilometer yang rencananya digarap tahun 2016 ini. Titik ini berada di ujung Jalan Malioboro, disebut sebagai pusat perjalanan sejarah Yogyakarta.

    Sebagai pengganti, anggaran yang diperuntukkan membangun toilet bawah tanah itu dialihkan untuk memperpanjang jalur pedestrian di sisi timur Malioboro. "Masih ada persoalan sosial di kawasan Nol Kilometer sehingga kami tunda pengerjaan toilet underground itu sampai tahun 2017," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum ESDM Pemerintah DIY Rani Sjamsinarsi, Jumat, 26 Agustus 2016.

    Toilet bawah tanah itu sedianya akan dibangun layaknya fasilitas hotel berbintang. Anggarannya berjumlah Rp 4,6 miliar tahun 2015 lalu. Selama ini wisatawan dan warga jika bertandang ke kawasan itu kesulitan mendapatkan akses buang air kecil.

    Namun Pemerintah DIY sampai saat ini masih menemukan adanya berbagai persoalan yang butuh diselesaikan lewat koordinasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Seperti keberadaan pedagang kaki lima juga masih adanya aktivitas parkir yang belum ditata.

    Jalur sisi timur Malioboro sebenarnya tahun ini hanya dikerjakan sampai kawasan pecinan Ketandan. Namun karena pembangunan toilet di Titik Nol ditunda, anggarannya dipakai untuk mengerjakan jalur pedestrian sampai Pasar Beringharjo.

    Dengan percepatan pengerjaan jalur pedestrian sisi timur itu, Rani menuturkan, pada tahun 2017 Pemerintah bisa beranjak memulai pengerjaan penataan jalur di sisi barat Malioboro. "Selama setahun ke depan pada 2017 kami targetkan sisi barat bisa dikerjakan tuntas sampai kawasan Ngejaman, jadi dua sisi Malioboro selesai semua," ujarnya.

    Target penataan Malioboro seluruhnya diperkirakan rampung dalam waktu empat tahun atau sampai tahun 2019. Usai penataan sisi timur dan barat, rencananya Pemerintah DIY akan mengurus penataan kawasan stasiun Tugu bersama PT. Kereta Api Indonesia dan Pemerintah Kota Yogyakarta.

    Penataan kawasan Stasiun Tugu sendiri telah dimulai dengan sterilisasi pedagang kaki lima baik yang berada di dalam maupun di sisi utara jalan Pasar kembang. Sterilisasi jalan pasar kembang bagian utara itu akan dibuat dengan jalur pedestrian juga dengan lebar enam sampai delapan meter. "Hari ini (26/8) kami mulai pembahasan soal penataan Tugu dengan PT. KAI dan Pemerintah Kota," ujar Rani.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.