Lahan Terbakar di Kalimantan Tengah Mencapai 100 Hektare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Kalimantan Tengah - Lahan hutan yang terbakar di Kalimantan Tengah mencapai seratus hektare. Informasi ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah Brigong Tom Moenandaz.

    "Seratus hektare hutan dan lahan yang terbakar itu berada hampir di seluruh kabupaten/kota di Kalteng, namun yang terbanyak di Kabupaten Kotawaringin Barat, di mana kabupaten ini terpaksa menaikkan statusnya menjadi tanggap darurat kebakaran hutan," ujar Brigong, kepada wartawan, Jumat, 19 Agustus 2016.

    Saat ini, ia menambahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menempatkan dua helikopter untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Sebab, petugas darat sulit memadamkannya karena cakupannya cukup luas.

    Menyinggung soal antisipasi kebakaran hutan dan lahan, Brigong menjelaskan, pihaknya meminta tim dari kabupaten rutin melakukan patroli darat. Kabupaten yang rentan kebakaran hutan dan lahan, yaitu di Kabupaten Pulang Pisau, Barito Selatan, Kota Palangkaraya, dan Kapuas. "Kondisi ini karena lahan gambut di sana sudah mulai kering," ujarnya.

    Sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) sudah melakukan pelatihan memberi bantuan alat pemadaman dan bantuan sumur bor. Selain itu, mereka juga melakukan pendampingan mengenai cara pemadaman api kepada masyarakat di daerah yang sering terjadi kebakaran.

    Ia mencontohkan, Badan Restorasi Gambut (BRG). Mereka melakukan pelatihan terhadap seratus warga di Kabupaten Pulang Pisau, bagaimana cara memadamkan api.

    Hal serupa juga dilakukan UNDP. Salah satu badan dari PBB itu bekerja sama dengan Manggala Agni Dinas Kehutanan Kalimatan Tengah melakukan pelatihan pemadaman api terhadap 120 warga pedalaman Palangkaraya, Pulang Pisau, dan Kapuas. Mereka juga mengajari warga di sana menggunakan global positioning system (GPS) agar bisa mengetahui secara akurat daerah yang terbakar.

    Adapun data dari Stasiun BMKG H. Asan, Sampit, titik panas dari pantauan satelit Lapan pada 18 Agustus menunjukkan ada 31 titik panas yang tersebar di sepuluh kabupaten, yakni terbanyak di Kabupaten Seruyan, Barito Selatan, Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Lamandau, Pulang Pisau, dan  Sukamara.

    KARANA W.W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.