Universitas Brawijaya Mulai Membangun Kampus III di Kediri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Brawijaya, Malang.

    Universitas Brawijaya, Malang.

    TEMPO.CO, Kediri - Kampus III Universitas Brawijaya Malang, Jumat, 19 Agustus 2016, mulai dibangun di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Pembangunan kampus di atas lahan seluas 23 hektare itu dilakukan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abubakar.

    Secara simbolis, Abdullah mengoperasikan alat berat milik PT Duta Karya Perkasa, perusahaan kontraktor yang menjadi pelaksana proyek pembangunan kampus tersebut. “Ini akan menjadi kampus negeri pertama di wilayah eks Karesidenan Kediri,” kata Abdullah kepada Tempo.

    Pemerintah Kota Kediri bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, Malang, sejak 2011. Sejak saat itu, kegiatan perkuliahan dimulai. Namun, karena belum memiliki kampus sendiri, kegiatan perkuliahan beberapa kali berpindah tempat.

    Semula lokasi perkuliahan meminjam tempat di Kantor Badan Kepegawaian Daerah dan salah satu kampus swasta di Kediri. Kemudian pihak Universitas Brawijaya memboyong para mahasiswa ke kampus pusat di Kota Malang.

    Perkuliahan di Kediri diadakan oleh Fakultas Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik Informatika, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, dan Magister Manajemen Perguruan Tinggi. Namun, tidak semua yang ditawarkan diminati.

    Menurut Abdullah, pembangunan kampus III Universitas Brawijaya di Kota Kediri bisa diwujudkan setelah Pemerintah Kota Kediri kembali membahasnya bersama pihak Universitas Brawijaya serta Direktorat Pendidikan Tinggi. Proses pembangunannya dijadwalkan rampung akhir Desember 2016.

    Pemerintah Kota Kediri mengucurkan anggaran Rp 18 miliar untuk membangun kampus berlantai tiga itu. Dengan dibangunnya kampus III Universitas Brawijaya itu, jumlah perguruan tinggi di Kediri bertambah. Saat ini terdapat 17 perguruan tinggi swasta.

    Abdullah menjamin keberadaan kampus Universitas Brawijaya itu tidak akan menjadi ancaman bagi perguruan tinggi swasta yang sudah ada. “Justru pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya akan bergerak,” ujarnya.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri Kasenan mengatakan, biaya pembangunan kampus III Universitas Brawijaya itu hanya untuk anggaran pada 2016. Adapun lahan pembangunannya merupakan hibah dari Pemerintah Kota Kediri.

    HARI TRI WASONO

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.