Pilgub DKI: 3 Sinyal Megawati dan PDIP, Ahok Bakal Mulus?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri, Ahok, dan Jokowi. facebook.com

    Megawati Soekarnoputri, Ahok, dan Jokowi. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengklaim bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara pribadi menyatakan akan mendukung dirinya berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah 2017.

    Namun, Ahok mengakui belum ada keputusan bulat dari PDIP untuk mendukung pencalonannya. "Enggak, secara sinyalnya sih dari dulu saya bilang (didukung bersama Djarot). Ntar dibilang ke-geer-an lagi aku,?" kata Ahok di Balai Kota DKI, Kamis, 18 Agustus 2016.

    Baca: Ahok Akui Dukungan Megawati Masih Pribadi, Tunggu Sikap PDIP

    Menurut Ahok, karena Megawati berstatus ketua umum, dia mesti mempertimbangkan suara kader di dewan pimpinan pusat. "Untuk teknisnya, saya kira Mas Hasto yang mengatur, memilih apakah memutuskan Ahok-Djarot atau pasangan lain, kami enggak tahu," ujar Ahok.

    Ihwal klaim Ahok, berikut ini sejumlah sinyal lain dukungan terhadap Ahok soal pencalonan Pilgub DKI 2017:



    1. Peluang Ahok-Djarot Disebut Menguat

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan ada indikasi kuat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk mengusung Basuki Tjahaja Purnama dan dirinya dalam pemilihan Gubernur Jakarta 2017. "Indikasi kuatnya ke sana," kata Djarot di Balai Kota DKI, Kamis, 18 Agustus 2016.

    Baca: Jika Mega Dukung Ahok, Begini Cara PDIP Meredam Pembangkang

    Djarot mengungkapkan, PDI Perjuangan tidak ada alasan untuk tidak mencalonkan gubernur petahana. Apalagi jika kinerjanya dianggap cukup baik. Ahok saat ini merupakan Gubernur Jakarta dan berniat maju kembali dalam pemilihan mendatang. Meski begitu, Djarot masih menunggu mekanisme partai hingga keluarnya keputusan calon yang diusung.

    Terkait restu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Ahok, Djarot mengungkapkan bahwa hal itu sudah berkali-kali disampaikan. Megawati, kata dia, melihat pasangan Ahok-Djarot sudah cukup baik dan meminta untuk melanjutkan kepemimpinan. Namun, ihwal dukungan itu, Ahok mengaku belum ada keputusan bulat dari PDIP.



    2. Pertemuan Ahok-Mega Bermakna Positf

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bermakna positif. Lewat pertemuan tersebut, penghalang yang selama ini memisahkan Ahok dengan PDIP dapat diatasi.

    Baca: Dapat Restu Megawati, Langkah Ahok Tersandung DPD PDIP

    "Kunjungan tersebut bermakna positif. Ada ruang dialog antara bakal Cagub dengan DPP PDIP," kata Hasto Kristiyanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Agustus 2016. Namun, menurut Hasto, PDIP hingga kini belum memutuskan untuk mengusung Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

    Keputusan untuk memilih calon dari PDIP, kata Hasto, tetap menunggu legalitas politik, lewat rekomendasi yang ditanda tangani oleh Megawati. "Legalitas dukungan itu nanti diberikan setelah DPP mengadakan rapat," ucapnya. Hasto berujar saat pertemuan kemarin, Ahok menyampaikan harapannya agar didukung PDI Perjuangan.



    3. Ahok Ikut Seleksi?  

    Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan partainya belum memutuskan mendukung salah satu calon untuk maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, yang akan digelar tahun depan. “Keputusan terhadap pasangan calon gubernur-wakil gubernur hingga saat ini belum diambil,” katanya, Kamis, 18 Agustus 2016.

    Baca: Ahok Datang Minta Dukungan, PDIP: Belum Ada Keputusan

    Andreas membenarkan Megawati menerima kunjungan Ahok pada Rabu, 17 Agustus 2016, sekitar 16.00 WIB di kantor pusat. “Pertemuan itu atas inisiatif Pak Ahok,” ujar Andreas. Ahok diterima sebagai bakal calon gubernur. Dalam pertemuan itu, Ahok secara khusus menegaskan dia memutuskan menempuh jalur partai untuk maju dalam pilkada.
     
    Menurut Andreas, pengurus teras PDIP menggunakan seragam resmi partai saat menemui Ahok. Penggunaan seragam itu, kata Andreas, menandai proses kelembagaan dalam seleksi calon kepala daerah. Namun, Andreas menjelaskan, pertemuan Ahok dengan Mega kejadian biasa ketika calon kepala daerah yang diusung PDIP ingin berlaga dalam pilkada berikutnya.

    AHMAD FAIZ | FRISKI RIANA | BC

    Baca Juga
    Jokowi Kantongi Calon Pengganti Arcandra, Siapakah Dia?
    Risma Bermalam di Jakarta, Akan Bertemu Megawati?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.