Keluarga Sandera Abu Sayyaf Siapkan Penjemputan Khusus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota keluarga korban yang disandera kelompok Abu Sayyaf saat melakukan pertemuan dengan Dirjen PWNI-BHI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal di Gedung PWNI-BHI, Jakarta, 1 Agustus 2016. Lalu Muhammad Iqbal mengatakan tujuh WNI yang disandera dalam kondisi baik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota keluarga korban yang disandera kelompok Abu Sayyaf saat melakukan pertemuan dengan Dirjen PWNI-BHI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal di Gedung PWNI-BHI, Jakarta, 1 Agustus 2016. Lalu Muhammad Iqbal mengatakan tujuh WNI yang disandera dalam kondisi baik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Makassar - Keluarga Ismail Tiro, anak buah kapal TB Charles yang dilaporkan berhasil kabur dari kelompok Abu Sayyaf, bersyukur mendengar kabar tersebut.

    "Alhamdulillah, kami baru terima kabar itu. Kami akan siapkan penyambutan khusus," ucap kakak kandung Ismail, Muhammad Yahya Tiro, kepada Tempo, Kamis, 18 Agustus 2017.

    Yahya mengatakan akan berembuk dengan keluarga ihwal penyambutan Ismail. Menurut dia, kemungkinan keluarga akan menjemput langsung Ismail saat tiba di Jakarta atau Kalimantan Timur. "Yang penting, kami pastikan dulu kondisi Ismail baik-baik saja," ujarnya.

    Baca:
    Satu Lagi Sandera Abu Sayyaf yang Kabur Ditemukan  

    Istri ABK yang Kabur dari Abu Sayyaf Tak Tahu Nasib Sofyan
      
    WNI Sandera Abu Sayyaf Berhasil Melarikan Diri

    Ismail dikabarkan berhasil melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf. Dia ditemukan di Desa Barangay Bual, Kota Luuk, Sulu, Filipina, pada Rabu sore, 17 Agustus 2016.

    Ismail, anak keenam dari delapan bersaudara, merupakan warga Lingkungan Kalli-kalli, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Dia merupakan alumnus Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Setelah lulus, Ismail bekerja di perusahaan Bosowa Group. Dua tahun lalu, dia pindah ke Samarinda menjadi pelaut.

    Sebelumnya dikabarkan, sandera asal Sulawesi Selatan lain, yakni Muhammad Sofyan, berhasil kabur dari kelompok Abu Sayyaf. Foto-foto Sofyan yang selamat menyebar di sejumlah media massa asing.

    Sofyan ditemukan penduduk yang tinggal di wilayah pantai Barangay Bual, Kota Luuk, pukul 07.30 waktu setempat, Rabu, 17 Agustus 2016. Sofyan mengaku melarikan diri setelah Abu Sayyaf mengancam akan memenggal lehernya.

    Menurut Yahya, pihak keluarga masih menunggu perkembangan lanjutan nasib Ismail. Sejauh ini, belum ada bukti fisik berupa foto Ismail yang dikabarkan lepas dengan selamat. "Kami ingin sekali melihat kondisi dia saat ini," tutur Yahya.

    ABDUL RAHMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.