17 Agustus, Google Pasang Doodle Hari Kemerdekaan Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bung Karno saat membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1745. foto: IPPHOS

    Bung Karno saat membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1745. foto: IPPHOS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mesin pencari Google hari ini, Rabu 17 Agustus 2016, memasang sketsa doodle tentang pengibar bendera Merah-Putih bertemakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Google Doodle ini dipasang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia yang telah memasuki usia 71 tahun.

    Google memajang sketsa tiga orang pengibar bendera Merah Putih yang mengenakan seragam putih. Dua di antaranya laki-laki dan satu perempuan yang membawa bendera. Sketsa itu tepat berada di tengah-tengah huruf 'O' dalam tulisan 'Google'.

    Saat doodle itu diklik, Google menyajikan kumpulan berita terkait kemerdekaan Indonesia ke-71 yang jatuh hari ini. Google juga memajang jadwal pertandingan cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade Rio karena pasangan ganda campuran Indonesia Liliana Natsir dan T. Ahmad hari ini akan memperebutkan medali emas melawan P. S. Chan dan L. Y. Goh, pasangan ganda campuran Malaysia.

    Pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaan dipimpin oleh Soekarno dan didampingi Mohammad Hatta. Momen sakral proklamasi itu terjadi di sebuah rumah di Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat (kini Monumen Tugu Proklamasi).

    Sebelum setuju memproklamasikan kemerdekaan, Soekarno dan Hatta sempat diculik oleh sejumlah  pemuda revolusioner dan dibawa  ke Rengasdengklok. Momen ini kemudian dikenal sebagai Peristiwa Rengasdenglok. Para pemuda mendesak kedua pemimpin perjuangan itu untuk segera mengumumkan kemerdekaan Indonesia, memanfaatkan kekalahan Jepang dan Jerman oleh pasukan Sekutu (Allied Forces) yang dipimpin Amerika Serikat dalam Perang Dunia II.

    Para pemuda itu terbakar rasa nasionalismenya setelah berdiskusi dengan pemimpin perjuangan seperti Tan Malaka dan Sutan Sjahrir. Para pemuda berharap para tokoh nasional terutama Soekarno dan Hatta, tidak mengikuti skenario Jepang yang berjanji akan memerdekakan Indonesia.

    Pada malam hari sebelum Proklamasi, teks atau naskah proklamasi disusun bersama di ruang makan rumah petinggi militer Jepang yang pro Indonesia, Laksamana Tadashi Maeda (kini Museum Proklamasi). Para penyusun teks proklamasi itu adalah Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjo. Saat itu juga hadir tokoh pemuda seperti B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro.

    Pagi harinya, sekitar pukul 10.00 WIB, Soekarno memimpin upacara pengibaran bendera Merah-Putih dan membacakan proklamasi kemerdekaan. Upacara disambung pembacaan pidato secara singkat oleh Soekarno. Bendera Merah-Putih yang dikibarkan pagi itu dijahit oleh istri Soekarno, Fatmawati.

    AVIT HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.