Guru di Bangka Tengah Ini Jadi Kepala Sekolah di Belanda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Udik Ripul, kepala SMA 1 Pangkalanbaru, Bangka Tengah, akan bertugas sebagai kepala sekolah di Belanda dalam pertukaran kepala sekolah antara Indonesia dan Belanda, 9 Agustus 2016. (facebook.com)

    Udik Ripul, kepala SMA 1 Pangkalanbaru, Bangka Tengah, akan bertugas sebagai kepala sekolah di Belanda dalam pertukaran kepala sekolah antara Indonesia dan Belanda, 9 Agustus 2016. (facebook.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang guru di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Udik Ripul, mendapat kesempatan menjadi kepala sekolah di sebuah lembaga pendidikan di Belanda.

    "Udik Ripul terpilih menjadi kepala sekolah di Belanda dalam program pertukaran kepala sekolah internasional yang digagas pihak Kemendikbud RI," kata Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah Sugianto di Koba, Rabu, 10 Agustus 2016.

    Ia menjelaskan, Udik Ripul terpilih dari empat kepala sekolah asal Indonesia untuk menjadi kepala sekolah di luar negeri.

    "Empat kepala sekolah asal Indonesia itu dikirim keempat negara, yaitu Belanda, Birma, Thailand, dan Filipina. Kebetulan Udik Ripul dikirim ke Belanda," ujarnya.

    Ia menjelaskan, Udik Ripul akan berada di Belanda selama tiga tahun, menjadi kepala sekolah di sebuah lembaga pendidikan.

    "Yang bersangkutan akan menjadi kepala sekolah di lembaga pendidikan terpadu atau jenjang SD, SMP, dan SMA digabung menjadi satu," ujarnya.

    Ia menjelaskan, Udik Ripul yang saat ini menjabat kepala SMA 1 Kecamatan Pangkalan Baru memiliki prestasi yang bagus.

    "Bahkan pada 2012 pernah terpilih sebagai kepala sekolah berprestasi tingkat provinsi, jadi kami memang merasa yakin Udik lulus," ujarnya.

    Udik Ripul mengatakan, selama berada di Belanda dia akan lebih banyak mempelajari sistem pendidikan di negara tersebut.

    "Selain itu, saya akan mencoba memperkenalkan budaya Melayu Bangka Tengah di Belanda," ujarnya.

    Udik mengatakan akan membawa serta keluarga untuk pindah sementara selama tiga tahun ke Belanda.

    "Anak dan istri saya boyong ke Belanda karena cukup lama juga saya di sana, yaitu tiga tahun," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.