Bermata Tajam, Tarsius Jadi Maskot Pilkada Bangka Belitung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tarsius. TEMPO/Rully Kesuma

    Tarsius. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Komisi Pemilihan Umum Bangka Belitung meluncurkan maskot pemilihan kepala daerah (pilkada) gubernur dan wakil gubernur provinsi tersebut disertai acara jalan sehat. Tarsius dipilih menjadi maskot pilkada Bangka Belitung pada 15 Februari 2017.

    Ketua KPU Bangka Belitung Fahrurrozi mengatakan tarsius terpilih sebagai maskot pilkada karena hewan tersebut sesuai dengan karakter masyarakat setempat. "Dari aspek lingkungan, ini pesan moral, karena tarsius adalah hewan yang hampir punah karena sering diburu. Jadi harus kita lindungi. Sedangkan dari sisi pengawasan, penyelenggara pemilu harus seperti tarsius yang memiliki mata tajam dalam mengawasi setiap tahapan, agar pesta demokrasi berjalan dengan baik," ujar Fahrurrozi di Alun-alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang, Sabtu, 6 Agustus 2016.

    Tarsius merupakan hewan seperti monyet kecil dengan berat tidak lebih dari 150 gram dan masuk kategori hampir punah. Di Pulau Bangka, tarsius disebut penduduk lokal dengan nama mentilin (Tarsius bancanus bancanus). Sedangkan di Pulau Belitung, tarsius disebut penduduk lokal dengan nama pelile’an (Tarsius bancanus saltator).

    Tarsius memiliki sepasang mata yang besar dan ekor yang panjang melebihi panjang tubuhnya yang berfungsi sebagai penyeimbang. Sebagai hewan karnivora, tarsius memakan serangga. Warna bulunya cokelat kemerahan dan abu-abu kecokelatan. Binatang ini biasanya dapat ditemui di kawasan-kawasan hutan di Pulau Bangka dan Belitung pada malam hari.

    Fahrurrozi menuturkan, dengan peluncuran maskot ini, tahapan pemilihan saat ini sudah mulai dilaksanakan. Untuk tahap awal, KPU sudah membuka pendaftaran untuk calon perseorangan. "Ini sebagai proses pengenalan, agar masyarakat dalam memilih tidak golput," ujarnya.

    Fahrurrozi menambahkan, KPU sebagai penyelenggara akan melakukan transparansi dalam setiap tahapan. Caranya adalah membuka akses yang luas bagi siapa pun yang ingin mengetahui hasil yang dilakukan melalui sistem informasi logistik. "Siapa pun bisa melakukan pengawasan untuk melihat hasil semua tahapan. Dengan transparansi ini, kami harapkan angka partisipasi masyarakat meningkat serta pilkada bisa berjalan dengan baik dan lancar," tuturnya.

    SERVIO MARANDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.