Alasan BNN Laporkan Haris Kontras ke Polisi: Kredibilitas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kombes Pol Slamet Pribadi, Kepala Humas BNN, menunjukan 10 Tahanan BNN yang berhasil kabur dengan menjebol tembok Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), di Jakarta, 31 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Kombes Pol Slamet Pribadi, Kepala Humas BNN, menunjukan 10 Tahanan BNN yang berhasil kabur dengan menjebol tembok Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), di Jakarta, 31 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Narkotika Nasional, Komisaris Besar Slamet Pribadi, mengatakan tindakan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar yang menuliskan cerita di dunia maya tentang adanya anggota BNN yang membantu Freddy Budiman bisa menyebabkan kredibilitas BNN terganggu.

    “BNN itu institusi negara, bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada BNN,” kata Slamet kepada Tempo saat dihubungi melalui telepon, Rabu, 3 Agustus 2016.

    Slamet mengatakan bahwa masalah ini muncul hanya beberapa hari sebelum Freddy Budiman dieksekusi mati oleh pemerintah. Menurut Slamet, jika pengakuan Freddy ini diungkap 10 hari sebelum eksekusi, Freddy masih bisa diwawancarai. “Sekarang Freddy-nya ke mana?”

    Slamet menjelaskan, apa yang disampaikan Haris Azhar melalui tulisannya yang berjudul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit”, hanya berdasarkan “katanya” sehingga tak bisa dijadikan suatu bukti. Informasi awal yang disampaikan Haris belum memenuhi standar alat bukti.

    Selain itu, untuk menanggapi apa yang disampaikan Haris Azhar, BNN sudah mengambil sejumlah langkah. Salah satunya membentuk tim internal untuk menyelidiki tuduhan yang dialamatkan kepada BNN.

    Langkah kedua adalah menemui Haris Azhar dan pertemuan itu sudah terjadi. Haris Azhar pun menyatakan kesediaannya untuk membantu BNN mengungkap pernyataan Freddy Budiman kepada dirinya. “Pak Budi Waseso minta Haris membuktikannya,” ujar Slamet.

    BNN melaporkan Haris Azhar ke polisi pada hari Senin lalu. Adapun pelaporannya didasarkan atas pencemaran nama baik institusi BNN, dan pelanggaran atas UU ITE. Hal ini menurut Slamet sudah dilakukan berdasarkan diskusi bersama instansi lain, seperti kepolisian dan TNI.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.