136 Rumah Warga Dompu Terdampak Gempa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Mataram - Sebanyak 30 rumah rusak berat dan 103 rumah rusak ringan akibat gempa yang terjadi pukul 07.40 WIT, Senin, 1 Agustus 2016. Rumah yang rusak itu berada di delapan desa se Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Pemilik rumah untuk sementara memasang terpal atau mengungsi ke rumah keluarga yang terdekat.

    Sedangkan fasilitas umum yang mengalami kerusakan adalah tiga lokal ruang belajar SD Negeri 1 di Desa Pekat, ambruknya pagar sepanjang 100 meter SMPN 1 dan rusaknya satu lokal Madrasah Ibtidaiyah. Selain itu, rumah M Jamil di Desa Calabahi yang menghadap ke selatan juga mengalami kerusakan pada dinding sebelah barat dan timur. Rumah Seijudin di Desa Kadindi juga mngalami rusak karena ambruknya bagian depan rumahnya.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu Imran yang tiba di Calabahi mengutip keterangan penduduk menjelaskan bahwa kerusakan tersebut akibat goyangan gempa yang turun naik.  "Gempa yang terjadi ini gerakannya vertikal, turun naik bukan ke kiri dan kanan," kata Imran.

    Camat Pekat Gunawan, dihubungi melalui telepon juga menyebutkan pemerintah perlu segera memberikan bantuan tanggap darurat. "Rumah penduduk perlu segera diperbaiki," ujar Gunawan. Namun ia belum bisa menyebutkan nilai kerugian bangunan yang rusak tersebut.

    Lokasi terdampak gempa tersebut sekitar 120 kilometer ke kota Dompu yang memerlukan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan atau sekitar lima kilometer dari pusat gempa. Berdasarkan data Stasiun Geofisika Mataram, gempa terjadi pukul 07.40 WIT, lokasinya berada di 8.23 Lintang Selatan dan 117,86 Bujur Timur yaitu 63 kilometer barat laut Dompu. Kedalamannya 18 kilometer.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.