Setelah Tidak Jadi Menteri, Ini yang Bakal Dilakukan Jonan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berfoto bersama pemudik saat memeriksa kelayakan jalan bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 24 Juni 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berfoto bersama pemudik saat memeriksa kelayakan jalan bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 24 Juni 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan belum tertarik untuk mengambil tawaran pekerjaan atau masuk partai politik setelah melepas jabatan sebagai Menteri Perhubungan. "Saya kepingin jalan-jalan dulu," kata Jonan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, 28 Juli 2016. "Soal tawaran ke parpol nanti saja, saya belum kepikiran."

    Dalam kesempatan itu Jonan menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pegawai serta pejabat Kementerian Perhubungan. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla karena sudah memberikan kesempatan untuk mengabdi di bidang transportasi selama 21 bulan. "Terima kasih juga kepada stakeholder, senior, dan mitra saya Komisi V DPR," kata Jonan, Kamis, 28 Juli 2016.

    Posisi Jonan sebagai Menhub selanjutnya digantikan oleh Budi Karya Sumadi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II. Jonan menuturkan bahwa dia sudah mengenal Budi Karya sejak dua tahun lalu. Waktu itu, ia mewawancarai Budi Karya saat Budi akan menduduki posisi Direktur Utama Angkasa Pura II. "Sekarang beliau gantikan saya di sini, sekali lagi selamat," ucapnya.

    Jonan mengatakan dia siap membantu Budi Karya, jika memang Budi membutuhkan saran-saran darinya. Hal ini, kata Jonan, dilakukan juga oleh pendahulunya di Kementerian Perhubungan, seperti Agum Gumelar dan E.E. Mangindaan. "Mudah-mudahan Pak Budi di sini kerasan (betah)."

    Jonan meminta kepada jajaran pegawai Kementerian Perhubungan agar mendukung Budi Karya sebagai Menteri Perhubungan yang baru. Hal ini pun sudah ia ingatkan pada jajaran kementerian itu melalui e-mail, ke seluruh pegawai. "Saya mohon dengan sangat dukung pengganti saya untuk kemajuan transportasi Indonesia."

    Baca: Ditanya Soal Reshuffle, Jonan: Saya Mau Pergi, Nanti Balik Lagi

    Presiden Joko Widodo mengumumkan menteri-menteri barunya hasil perombakan kabinet kedua di teras belakang Istana Merdeka Jakarta, kemarin.

    Pergeseran beberapa menteri dan ketua lembaga, yaitu Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Menko Kemaritiman, Bambang Brodjonegoro menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil menjadi Menteri Pertanahan/Kepala BPN dan Thomas Lembong menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

    Sedangkan penyegaran yang dilakukan dengan memasukkan energi baru, yaitu Wiranto sebagai Menkopolhukam, Sri Mulyani Indrawati sebagai Menkeu, Eko Putro Sandjojo sebagai Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Karya Sumadi sebagai Menhub, Muhajir Effendi sebagai Mendikbud, Enggartiasto Lukito sebagai Mendag, Erlangga Hartarto sebagai Menperin, dan Archandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

    ANTARA | DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.