Kepemimpinan Risma Dinilai Lebih Mirip Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di  Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sirajuddin Abdul Wahad menilai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memiliki prasyarat yang tak jauh berbeda dengan Presiden Joko Widodo untuk memimpin dan membangun Jakarta yang lebih beradab. Risma dinilai sangat layak memimpin Jakarta.

    Sirajuddin melihat Risma memiliki ketegasan dan pengalaman yang cukup dengan latar belakang birokrat. “Namun tidak kasar dalam menyampaikan ketegasannya,” kata Sirajuddin dalam perbincangan dengan Tempo, Selasa, 26 Juli 2016.

    Secara geopolitik, ucap Sirajuddin, penduduk Jakarta mayoritas etnis Jawa. Kemenangan Jokowi dalam pemilihan gubernur DKI pada 2012 tak lepas dari sentimen etnis, selain prestasi Jokowi dalam memimpin Kota Solo serta sosoknya yang sederhana. (Baca: Mega Panggil Risma, Ahok kepada Pers: Jangan Cari Gosip)
     
    Sirajuddin menanggapi hasil survei elektabilitas Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang diumumkan pertengahan pekan lalu. Dalam metode head to head, jika dihadapkan dengan Yusril Ihza Mahendra (26,3 persen), elektabilitas Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama sebesar 59,4 persen. Tapi, jika diadu dengan Risma (26,6 persen), elektabilitas Ahok melorot menjadi 58,4 persen. (Baca: Ini Sebab Risma & Yusril Jadi Lawan Kuat Ahok di Pilkada DKI)

    Bahkan elektabilitas Risma lebih tinggi ketimbang Yusril, yang sudah berbulan-bulan berkampanye untuk pilkada DKI 2017.

    Survei dilakukan terhadap 820 responden warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih, yakni berumur 16 tahun atau sudah menikah pada saat survei dilakukan, yang dipilih secara acak. Tingkat toleransi kesalahan atau margin error sebesar 3,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Lebih jauh, Sirajuddin mengungkapkan sisi positif Risma lain, yakni keberhasilan menata Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Provinsi DKI Jakarta. Itu sebabnya, kader Partai Golongan Karya ini menilai tak ada salahnya publik memberikan kepercayaan kepada seorang perempuan untuk memimpin Jakarta dengan harapan ibu kota Republik Indonesia itu akan jauh lebih tertata ketimbang sekarang.

    JOBPIE SUGIHARTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.