Pekan Depan, PDIP Kerucutkan Bakal Calon DKI-1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, mengantar Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jalan-jalan di Taman Harmoni Surabaya, 1 Mei 2016. Ikut menemani, Wakil Gubernur DKI Djarot Saeful Hidayat dan pengurus DPP PDIP. TEMPO/Widiarsi Agustina

    Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, mengantar Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jalan-jalan di Taman Harmoni Surabaya, 1 Mei 2016. Ikut menemani, Wakil Gubernur DKI Djarot Saeful Hidayat dan pengurus DPP PDIP. TEMPO/Widiarsi Agustina

    TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Pareira mengatakan partainya masih mempertimbangkan nama bakal calon yang akan diusung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017.

    Rencananya, kata Andreas, pekan depan partainya bakal menjaring sejumlah nama yang berpotensi diusung. Andreas menerangkan, partainya masih melihat dinamika dalam masyarakat. Selain itu, partai berlambang banteng moncong putih ini masih akan menunggu hasil penjaringan calon. “Minggu depan akan ada pengerucutan nama dari 34 peserta menjadi lima nama,” tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016.

    Selain 34 nama yang sedang dijaring, Andreas mengatakan pihaknya bakal mempertimbangkan nama-nama yang muncul dalam masyarakat. Termasuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso. “Semua masih terbuka,” katanya. Menurut Andreas, PDIP mempertimbangkan pula kriteria calon yang bisa diterima masyarakat.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan hal serupa. Menurut dia, partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri ini masih bakal mengerucutkan dan memetakan nama. "Mereka yang dipetakan partai berdasarkan aspirasi dari masyarakat," ujarnya.

    Hasto menyebutkan beberapa nama yang masuk pantauan PDIP, antara lain mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

    ARKHELAUS W | DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.