Pusat Vulkanologi: Erupsi Bromo Bakal Berbulan-bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengeluarkan asap tebal putih kelabu kecoklatan disertai abu volkanik, Rabu, 29 Juni 2016.  BNPB memasang status Waspada (level II), namun masih aman untuk wisatawan kecuali di dalam radius 1 km dari puncak kawah. (BNPB)

    Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengeluarkan asap tebal putih kelabu kecoklatan disertai abu volkanik, Rabu, 29 Juni 2016. BNPB memasang status Waspada (level II), namun masih aman untuk wisatawan kecuali di dalam radius 1 km dari puncak kawah. (BNPB)

    TEMPO.CO, Probolinggo - Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika mengatakan aktivitas vulkanis yang terjadi pada Bromo saat ini bakal berlangsung berbulan-bulan. "Bromo masih mengepul. Kepulan dominan abu," kata Suantika, Selasa 19 Juli 2016.

    Kendati masih mengepulkan asap disertai abu vulkanis, status aktivitas Bromo masih tetap di level waspada. Jika dibandingkan saat di level siaga beberapa bulan lalu, aktivitas pada saat ini masih jauh lebih rendah. Kendati demikian, radius aman tetap satu kilometer dari pusat kawah aktif. Ihwal kegiatan peringatan Yadnya Kasada yang bakal berlangsung Rabu malam 20 Juli 2016, PVMBG tetap menghimbau agar radius satu kilometer dari kawah harus steril dari aktivitas manusia.

    Berdasarkan pengamatan secara visual, Selasa, 19 Juli 2016, cuaca di kawasan Bromo cerah hingga mendung dan angin tenang. Suhu sekitar 9 hingga 17 derajat Celcius. Hujan gerimis (1.3 milimeter). Gunung Bromo tampak jelas dan kadang berkabut. Asap kawah teramati putih kelabu kecoklatan tipis dan kadang tebal. Tekanan lemah hingg kuat dengan ketinggian asap berkisar 50 hingga 1000 meter dari puncak kawah kearah Barat Daya dan Barat.

    Berdasarkan pengamatan secara seismik, tremor dengan amax 0.5 hingga 6 mm dominan 1 mm. Terdeteksi 1 gempa Tektonik Jauh dengan amax 22 mm S-P: 17 detik dan lama gempa 45 detik. Dalam status waspada, masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Bromo.

    Hal senada juga dikatakan Aris Yanto, seorang peneliti dan penjelajah gunung api Indonesia. Menurut Aris, erupsi Bromo itu bersifat magmatik. "Karakternya memang selalu bikin debu. Akan terus begitu," katanya menambahkan. Dia mengatakan beberapa tahun yang lalu, erupsi yang terjadi hanya beberapa bulan.

    "Yang ini akan lebih lama, erupsi sejak November sekarang Juli masih erupsi. Pada erupsi sebelumnya, November erupsi tapi Maret sudah berhenti," ujarnya.

    Aris mengatakan tergantung suplainya. Namun, dibanding waktu siaga sebelumnta, tremor saat ini jauh lebih kecil. "Kalau sekarang mungkin tekanannya tidak terlalu kuat, sehingga tidak bikin lava pijar atau strombolian," katanya.

    Aris mengatakan erupsi Bromo akan selalu seperti yang terjadi sekarang ini. "Fluktuatif. Debunya akan terus keluar, dan tergantung arah angin kemana," katanya.

    Pengunjung juga masih bisa naik sampai bibir kawah. "Tidak masalah karena erupsinya stabil," kata Aris yang sempat mendokumentasikan erupsi Gunung Raung dari bibir kawah Raung.

    Dia mengatakan erupsi Bromo ini stabil. Menurut dia, terkadang terdengar bunyi keras yang menandakan dentuman kecil. Tapi magmanya belum naik ke atas karena tertahan.
    Pada erupsi yang terjadi saat ini, produksinya baru debu saja. Namun dia menyebut erupsi gunung api susah diprediksi.

    DAVID PRIYASIDHARTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?