KPK Periksa Dua Panitera Pengadilan Jakarta Pusat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) usai di geledah KPK di lantai 4 PN Pusat, Jakarta, 20 April 2016. Ruangan yang digeledah itu diketahui milik Panitera PN Jakpus. TEMPO/Subekti

    Suasana Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) usai di geledah KPK di lantai 4 PN Pusat, Jakarta, 20 April 2016. Ruangan yang digeledah itu diketahui milik Panitera PN Jakpus. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan dua panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari ini, Senin, 18 Juli 2016. Pemeriksaan ini berkaitan dengan perkara pengajuan peninjauan kembali yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Kedua panitera tersebut adalah panitera muda hukum Ravita Lina dan panitera muda perdata Suyatno. "Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk EN (Edy Nasution)," ujar Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

    Priharsa mengatakan keduanya akan dimintai konfirmasi mengenai perkara yang diduga berkaitan dengan uang suap. "Prosesnya seperti apa, kemudian administrasinya bagaimana," katanya.

    Edy Nasution adalah panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia diduga menerima duit untuk meloloskan permintaan Grup Lippo yang mengajukan peninjauan kembali dalam perkara perdata. Padahal tenggat waktu untuk mengajukan PK itu sudah lewat.

    Dalam surat dakwaan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Aryanto Supeno, petinggi Lippo Eddy Sindoro disebut meminta Doddy untuk menyerahkan duit Rp 50 juta kepada Edy Nasution.

    Edy Nasution juga disebut menerima duit itu lebih dari sekali. Sebelumnya, ia menerima duit Rp 100 juta dari Grup Lippo untuk menunda aanmaning (peringatan).

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.