Arus Balik di Jalan Tol Cipali, Hati-hati Lajur Darurat di KM 103

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Kepolisian Daerah Jawa Barat menggunakan alat pendeteksi laju kendaraan (speed gun) di ruas tol Cikampek-Palimanan KM.165 arah Palimanan, di Majalengka, 14 Desember 2015. Polda Jabar bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya pengelola jalan tol Cikopo-Palimanan, di jalan tol. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas dari Kepolisian Daerah Jawa Barat menggunakan alat pendeteksi laju kendaraan (speed gun) di ruas tol Cikampek-Palimanan KM.165 arah Palimanan, di Majalengka, 14 Desember 2015. Polda Jabar bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya pengelola jalan tol Cikopo-Palimanan, di jalan tol. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Purwakarta - Operator jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) membuat lajur tambahan darurat untuk mengantisipasi antrean panjang di lokasi perbaikan amblesan jalan di Kilometer 103+400 jalur B arah Cirebon-Jakarta. Amblesan tepatnya di daerah Dawuan, Subang.

    "Kami telah membuat lajur tambahan darurat di median jalan sepanjang 200 meter dengan konstruksi aspal hotmix," kata Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Hudaya Arriyanto, Jumat, 8 Juli 2016.

    Lajur tambahan darurat di Kilometer 103+400 tersebut diharapkan bisa memastikan arus balik mudik arah Cirebon menuju Jakarta tidak terganggu di titik itu. Lajur darurat itu dikhususkan untuk kendaraan kecil. Adapun bus dan truk menggunakan lajur kiri.

    Langkah antisipasi lainnya, Hudaya mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa contra flow bekerja sama dengan kepolisian. Ini dilakukan jika masih terjadi antrean panjang bahkan kemacetan.

    Perwira Unit Patroli Jalan Raya Tol Cipali, Inspektur Dua Heri Pranata, mengatakan pemberlakuan lajur darurat di lokasi perbaikan amblesan sudah dimulai sejak hari ini, Jumat, 8 Juli, pukul 11.00. Hasilnya, menurut dia, lalu lintas arus balik tetap lancar.

    "Tetapi, sesekali memang masih terjadi juga perlambatan," kata Heri sambil menambahkan, bahwa lajur darurat dilengkapi dengan marka barier dan sebuah pos darurat piket PJR, Polres Subang, dan PT LMS.

    Berdasarkan catatan Tempo, ambles badan jalan di kilometer 103+400 itu terjadi sejak 25 Mei 2016. Ambles dipicu luapan Sungai Cibening yang ada di bawah badan jalan.

    Awalnya, PT LMS menjanjikan perbaikan selesai dalam 20 hari. Namun ternyata kondisi tanahnya terus berberak sehingga proses perbaikan diperpanjang dan dijanjikan tuntas sebelum H-7 Lebaran. Demi keselamatan pengguna jalan tol, jalan yang semula dua lajur itu hanya digunakan satu lajur.

    Realitanya, sampai H+2 Lebaran, proses perbaikan belum juga bisa dituntaskan. Hingga kemudian operator jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut mengumumkan membuat lajur darurat.

    Hudaya mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pengurukan dan pemasangan tiang pancang di sepanjang dinding bahu jalan sepanjang 30 meter dengan kedalaman dua meter di bagian tanah yang ambles. Namun itu diakui belum cukup. "Masih diperlukan penguatan lagi," katanya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.