Penumpang di Bandara Yogyakarta Bakal Membludak Saat Lebaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Air Asia dengan rute penerbangan Malaysia - Yogyakarta di Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo

    Pesawat Air Asia dengan rute penerbangan Malaysia - Yogyakarta di Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Jumlah penumpang pesawat terbang melalui bandar udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta diprediksi mencapai 23 ribu-24 ribu per hari saat libur panjang lebaran 2016. Pada hari biasa  jumlah penumpang hanya 18 ribu penumpang.

    "Kami prediksi akan lebih banyak lagi dibandingkan tahun lalu. Karena tahun lalu tidak ada extra flight," kata General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta,  Agus Pandu Purnama, Jumat 24 Juni 2016.

    Sejak H-13 lebaran sudah terlihat ada kenaikan jumlah penumpang yang datang hingga 2 persen. Puncak jumlah penumpang itu akan terjadi pada H-2 lebaran hingga H+5 usai lebaran.

    Kapasitas bandar udara ini sebenarnya sudah melebihi ambang batas. Sebab, normalnya, setiap tahun rata-rata sebanyak 1,2 juta per tahun. Yang terjadi, dari catatan pada 2015, jumlah penumpang melalui bandar udara Adisutjipto sebanyak 6,8 juta orang.

    Jumlah penerbangan yang dilakukan oleh berbagai macam maskapai di Adistjipto mencapai 146 kali. Pada lebaran kali ini ada tambahan dua slot yaitu untuk Garuda dan Sriwijaya Air. Sehingga jumlah penerbangan mencapai 150 kali per hari.

    Agus menjelaskan, untuk menampung bertambahnya jumlah penumpang ini, pengelola bandara akan menambah kapasitas tempat duduk di ruang tunggu terminal A. Saat ini hanya tersedia sebanyak 800 tempat duduk. "Kami akan tambah untuk kenyamanan penumpang, menjadi 1.000 seat," kata Agus Pandu.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.