Didukung dan Dipuji Banyak Pihak, Tito: Gak Mau GR Saya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 13 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 13 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang menjadi calon tunggal Kepala Polri, Komisaris Jenderal Tito Karnavian, mengatakan bahwa dirinya tak mau terlalu yakin sudah pasti jadi Kapolri meski menerima banyak dukungan dan pujian.

    Dia mengaku akan menyerahkan segalanya kepada Tuhan saja. "Enggak mau GR (gede rasa) saya," ujar Tito sambil tertawa di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa malam, 21 Juni 2016.

    Tito akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR pada Kamis, 23 Juni 2016. Ia mengaku sudah menyiapkan materi visi dan misi yang akan dipaparkan saat ujian tersebut. Bahkan ia sudah membentuk tim yang dipimpin rekannya saat membasmi gembong teroris Dr Azahari, Irjen Rycko.

    Menjelang ujian itu, berbagai dukungan muncul untuk Tito, baik dari seniornya di kepolisian maupun dari kalangan politikus. Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi memberi catatan putih kepadanya alias bersih.

    Karena belum pasti menjadi Kapolri, Tito melanjutkan, dirinya akan biasa-biasa saja dalam menjalani fit and proper test lusa nanti. Ia pun mengaku saat ini berfokus ke visi dan misi yang akan dipaparkan, dibanding berpikir terlalu jauh seperti memikirkan calon wakilnya nanti siapa. "Saya belum berpikir sampai ke sana," ujarnya.

    Adapun soal dukungan yang sudah datang kepadanya, Tito hanya mengucapkan, "Terima kasih kepada teman-teman di KPK, PPATK. Itu memberikan penguatan kepada diri saya untuk melakukan reformasi Kepolisian."

    ISTMAN M.P.

    BACA Berita Menarik: Surat Penyeldikan Duagaan Aliran Dana ke Teman Ahok Ditandatangani Ketua KPK Besok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.