Kritik Wali Kota Samarinda, Kakek 62 Tahun Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelantikan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Samarinda terpilih, Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail. TEMPO/Firman Hidayat

    Pelantikan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Samarinda terpilih, Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail. TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO.COSamarinda - Polisi Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya membebaskan Abdul Hamid, warga Samarinda yang mengkritik Wali Kota Syaharie Jaang melalui pesan pendek. Pria 62 tahun itu dibebaskan setelah Syaharie mencabut laporannya ke polisi. "Ya, sudah dibebaskan. Dia sudah dimaafkan," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Samarinda Komisaris Besar Setiobudi Dwiputro, Selasa, 21 Juni 2016.

    Polisi menangkap Abdul Hamid pada Sabtu pekan lalu setelah menerima laporan ajudan Syaharie. Pesan pendek dari Abdul Hamid dijadikan barang bukti laporan.

    Dari keterangan polisi, pesan pendek Abdul Hamid berisi kritik soal penanganan banjir yang melanda Samarinda. Syaharie, yang telah menjabat wakil wali kota selama dua periode dan wali kota dua periode, disebut tidak berhasil menghilangkan banjir.

    Setelah ditangkap di rumahnya, Abdul Hamid sempat ditahan polisi. Dia dibebaskan setelah meminta maaf kepada Syaharie. "Selain meminta maaf, tersangka berjanji tak akan mengulangi perbuatannya," tuturnya.

    Semula polisi menjerat Abdul Hamid dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya 6 tahun bui.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.