Menteri Pendidikan: Guru Cubit Siswa Tak Perlu Lapor Polisi

Reporter

Editor

Zed abidien

Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti peringatan Hari Film Nasional (HFN) di SMK Negeri 57 Jakarta, 29 Maret 2016. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengomentari tindakan orang tua siswa yang dicubit guru melapor polisi. Dia mengatakan sebenarnya orang tua dapat melaporkan tindakan guru kepada kepala sekolah atau dinas pendidikan. "Siswa tak perlu menuntut secara hukum," ujar Anies di kantornya, Jumat, 10 Juni 2016.

Sebabnya, kata Anies, hal tersebut masih dalam ranah masalah pendidikan. Karena itu, menurut Anies, kejadian pencubitan masih bisa diselesaikan dengan mekanisme pendidikan. "Ini masih bagian dari proses belajar," ucap Anies.

Menurut dia, bukan hanya guru yang dilaporkan ke polisi, tapi juga ada guru yang melaporkan murid ke polisi. Di Sleman, Anies bercerita, ada guru yang melaporkan siswanya karena membuat graffiti atau coret-coretan di dinding. "Tidak perlu dua-duanya terjadi. Ini tidak sehat," tuturnya.

Semestinya persoalan seperti itu cukup dilaporkan ke institusi pendidikan. Dia mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuat semacam buku referensi untuk menghadapi anak dengan berbagai karakter. "Untuk guru, kita punya teknik-teknik baru dalam membantu mendisiplinkan anak. Jadi ini masalah teknik," ujar Anies.

Dia menilai, ketika pendidik menggunakan tangan untuk menegur, kadang tercampur antara niat membuat siswa konsisten dan niat menyalurkan emosi. Saat dua niat itu tercampur, di situ ada potensi terjadinya kekerasan. "Guru-guru mesti berhati-hati dan belajar teknik-teknik khusus."

Polisi tengah memeriksa guru agama di Sekolah Dasar Santo Antonius, Matraman, Jakarta Timur, karena dilaporkan telah mencubit siswanya. Laporan itu dibuat orang tua siswa yang dicubit tersebut. "Padahal enggak ada pencubitan sama sekali," tutur Azas Tigor Nainggolan, pengacara guru yang dilaporkan oleh orang tua murid itu, kepada Tempo pada Jumat, 10 Juni 2016.

Guru yang dilaporkan itu bernama Inho Loe. Sedangkan pelapor adalah orang tua siswa berinisial K, 11 tahun. Inho dilaporkan pada 12 April lalu ke Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur. Dia dituding menganiaya K, yang duduk di kelas V SD Santo Antonius. Menurut Tigor, kliennya sama sekali tak mencubit K. Kejadian sebenarnya adalah, saat Inho sedang mengajar, K duduk membelakanginya.

Inho pun lantas menghampiri K dan mengubah posisi duduk muridnya. Orang tua K kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi karena menuduh Inho mencubit anaknya. Dia juga membawa bukti foto lengan yang lebam bekas cubitan. "Tapi itu hanya foto lengan. Kami tidak tahu itu lengan anaknya atau bukan," ucap Tigor.

AKMAL IHSAN | AVIT HIDAYAT | BC







Enggan Ungkap Agenda Pertemuan dengan AHY, Anies Baswedan: Tunggu Besok Saja

1 jam lalu

Enggan Ungkap Agenda Pertemuan dengan AHY, Anies Baswedan: Tunggu Besok Saja

Anies Baswedan telah resmi jadi capres, namun belum diketahui siapa yang akan menjadi cawapresnya nanti.


Anies Baswedan Dijadwalkan Bertemu AHY di Kantor DPP Demokrat Besok

1 jam lalu

Anies Baswedan Dijadwalkan Bertemu AHY di Kantor DPP Demokrat Besok

Kedatangan Anies Baswedan adalah silaturahmi politik dengan Ketua Umum Partai Demokrat AHY.


Anies Baswedan Resmikan Ruang Limpah Sungai Brigif untuk Cegah Banjir Jakarta

1 jam lalu

Anies Baswedan Resmikan Ruang Limpah Sungai Brigif untuk Cegah Banjir Jakarta

Anies Baswedan mengatakan biaya proyek untuk mencegah air sungai meluap ini masih berstatus pinjaman ke PT SMI.


AHY dan Anies Baswedan Besok Pagi Bertemu di Kantor Demokrat

1 jam lalu

AHY dan Anies Baswedan Besok Pagi Bertemu di Kantor Demokrat

AHY akan menerima kedatangan Anies Baswedan di Kantor DPP Demokrat di Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat besok.


Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria Terima Pengunduran Diri Mohamad Taufik

2 jam lalu

Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria Terima Pengunduran Diri Mohamad Taufik

Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria mengatakan Mohamad Taufik mundur karena ingin fokus menjalani pengobatan.


3 Faktor yang Dipertimbangkan Sebelum Membuat Sumur Resapan

3 jam lalu

3 Faktor yang Dipertimbangkan Sebelum Membuat Sumur Resapan

Air yang tersimpan di sumur resapan, kemudian akan diserap ke dalam tanah di sekitarnya


Ruang Parkir Air yang Dibanggakan Anies Baswedan Tiru Singapura dan Belanda

3 jam lalu

Ruang Parkir Air yang Dibanggakan Anies Baswedan Tiru Singapura dan Belanda

Anies Baswedan mengatakan pembangunan ruang penampungan limpahan sungai Brigif merujuk konsep sungai Kallang di Singapura serta di Belanda.


Taufik Mundur dari Gerindra dan DPRD DKI, Riza Patria: Sakit Kanker Paru Menjalar ke Kaki

3 jam lalu

Taufik Mundur dari Gerindra dan DPRD DKI, Riza Patria: Sakit Kanker Paru Menjalar ke Kaki

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan telah menerima surat pengunduran diri Mohamad Taufik.


Pamer Ruang Parkir Air, Anies Baswedan: Pertama di Indonesia

4 jam lalu

Pamer Ruang Parkir Air, Anies Baswedan: Pertama di Indonesia

Anies Baswedan menyebut Jakarta kini mempunyai tempat parkir sementara untuk menampung limpahan air sungai berbasis alam pertama di Indonesia.


Sumur Resapan, Seperti Apa Manfaatnya?

4 jam lalu

Sumur Resapan, Seperti Apa Manfaatnya?

Sumur resapan berfungsi menampung, menahan dan menyerap air permukaan (run-off) ke dalam tanah (akuifer)