Garuda Indonesia Butuhkan Ratusan Tenaga Teknisi Pesawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memperbaiki pesawat di Garuda Maintenance Facility (GMF) hangar baru mikil Garuda Indonesia di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, 28 September 2015. Hanggar 4 ini dioperasikan oleh PT GMF AeroAsia, anak perusahan Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pekerja memperbaiki pesawat di Garuda Maintenance Facility (GMF) hangar baru mikil Garuda Indonesia di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, 28 September 2015. Hanggar 4 ini dioperasikan oleh PT GMF AeroAsia, anak perusahan Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Garuda Indonesia melalui anak perusahaannya, PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia (GMF AeroAsia), membutuhkan 300-400 teknisi dan engineer setiap tahun.

    Menurut Direktur Utama GMF AeroAsia Juliandra Nurtjahjo, salah satu cara memperoleh tenaga teknisi dan engineer adalah bekerja sama dengan pemerintah daerah guna memberikan beasiswa kepada siswa pilihan dan kurang mampu. Hal itu dilakukan dengan Pemerintah Kota Surabaya.

    Juliandra menjelaskan, Kota Surabaya menjadi salah satu kota percontohan program pemberian beasiswa pendidikan dan pelatihan di bidang teknik perawatan pesawat terbang. Tujuannya adalah menciptakan tenaga kerja yang terdidik dan terampil di dunia perawatan pesawat terbang.

    “Ini akan menjadi program tahunan, dan Surabaya menjadi kota percontohan,” kata Juliandra, seusai penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Kamis petang, 26 Mei 2016.

    Program beasiswa bagi anak kurang mampu itu berawal dari pertemuannya dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beberapa waktu lalu. Saat itu Risma mengaku tidak punya anggaran untuk menyekolahkan pelajar Surabaya dalam bidang teknisi pesawat itu.

    Juliandra menjelaskan kepada Risma bahwa wali kota perempuan pertama di Surabaya itu tidak perlu memikirkan biaya. PT Garuda Indonesia dan PT GMF AeroAsia yang menanggung seluruh biaya melalui program corporate social responsibility (CSR). Sejak saat itu, pihaknya sepakat bekerja sama dengan Pemkot Surabaya.

    Juliandra menuturkan Kota Surabaya diberi jatah 70 siswa penerima beasiswa. Garuda Indonesia bersama Pemkot Surabaya sudah menyeleksi 500 orang. Namun yang lolos baru 16 orang. “Yang lolos akan diberi pendidikan teknik perawatan pesawat terbang dan ke depannya akan diberi kesempatan berkarier di GMF,” ucapnya.

    Juliandra menjelaskan, PT GMF AeroAsia merupakan salah satu perusahaan perawatan pesawat terbang terbesar di Indonesia. Saat ini GMF AeroAsia dapat melakukan perawatan pesawat yang mencakup delapan tipe, yaitu B737 Classic, B737 Ng, B747, B777, A320, A330, ATR, dan Bombardier CRJ1000.

    Adapun Risma mengatakan pihaknya terus mencari siswa untuk memenuhi kuota 70 penerima beasiswa. “Untuk sementara ini hanya dibutuhkan 24 siswa, dan yang sudah lolos baru 16 orang.”

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.