Pelatihan Penegak Hukum, Ketua KPK Analogikan sebagai Sapu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo usai menjadi narasumber pada acara Kelas Inspirasi di Magetan, Jawa Timur. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Ketua KPK Agus Rahardjo usai menjadi narasumber pada acara Kelas Inspirasi di Magetan, Jawa Timur. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar pelatihan seluruh aparat penegak hukum di Hotel Aston, Bogor, Jawa Barat, selama satu pekan, 23-27 Mei 2016. Ketua KPK Agus Rahardjo berharap integritas aparat penegak hukum semakin meningkat dengan adanya pembekalan ini.

    "Kalau mau menyapu, dibutuhkan sapu bersih. Kalau sapu kotor, malah enggak bersih-bersih. Integritas yang perlu kami bangun terus," kata Agus di Hotel Aston, Bogor, Senin, 23 Mei 2016.

    Perwakilan aparat penegak hukum dalam acara ini adalah dari Polri, Kejaksaan, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

    Hadir pula pemimpin dari masing-masing lembaga tersebut. Mereka adalah Kepala PPATK Muhammad Yusuf, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah, Direktur Investigasi BPKP Samono, anggota V BPK Moermahadi Soerja Djanegara, dan Wakil Kepala Bareskrim Irjen Ari Dono Sukamto.

    Penyelenggaraan ini merupakan kedua kalinya pada 2016. Pelatihan yang sama digelar di Bandung pada 18-22 April untuk wilayah Provinsi Jawa Barat. Para pemimpin ini akan menjadi pengajar/pemateri.

    Agus menginginkan adanya pelatihan ini bisa mencairkan hubungan antar-penyidik atau penegak hukum di lapangan. "Lebih harmonis. Kalau pelaku di lapangan sudah cair, tentu akan lancar," ujarnya.

    Hubungan antar-lembaga penegak hukum memang mulai diperbaiki. Tahun lalu, KPK dan Polri sempat bersitegang. Penyebabnya adalah KPK menetapkan calon Kepala Polri tunggal pilihan Presiden Joko Widodo, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, sebagai tersangka suap dan gratifikasi.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.