Survei Cyrus: Banyak Kasus, Elektabilitas Ahok Tetap Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama duduk diruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 10 Mei 2016. Ahok akan memberi keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah tentang Reklamasi. TEMPO/Eko Siswono Toyyudho

    Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama duduk diruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 10 Mei 2016. Ahok akan memberi keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembahasan Peraturan Daerah tentang Reklamasi. TEMPO/Eko Siswono Toyyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Syamsuddin Haris, mengatakan kasus reklamasi dan Rumah Sakit Sumber Waras tidak akan pengaruhi elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hampir 60 persen responden puas atas kinerja Ahok.

    "Publik yakin bahwa kesalahannya bukan semata-mata pada Ahok, melainkan juga pada gubernur dan presiden sebelumnya," kata Syamsuddin dalam jumpa pers survei Cyrus Network di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Mei 2016.

    Bahkan dalam kasus Sumber Waras, Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto menjelaskan bahwa dalam surveinya, Ahok lebih dipercaya oleh publik ketimbang BPK. Sebanyak 36,8 persen responden mempercayai Ahok dan hanya 23,3 persen yang mempercayai BPK. "Bahaya lho, publik lebih percaya Ahok ketimbang BPK," ujar Eko.

    CEO Cyrus Network Hasan Nasbi menduga bertahannya elektabilitas Ahok meskipun terlibat dalam berbagai kasus adalah karena kinerja Ahok yang dirasakan baik oleh masyarakat. "Black campaign akan bertabrakan dengan apa yang dirasakan publik," ujarnya.

    Dalam survei yang sama, 59,6 persen responden mengaku puas atas kinerja Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Survei ini diumumkan oleh Cyrus pada Jumat, 13 Mei 2016, dengan metode multistage random sampling dari 1.000 responden di seluruh kelurahan di Jakarta dan memiliki margin of error sekitar 3,1 persen.

    PRADITYO ADI (MAGANG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?