Risma Bakal Bahas Detail Renovasi Markas Radio Bung Tomo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polrestabes Surabaya gelar identifikasi di eks markas radio Bung Tomo, Rabu, 11 Mei 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Polrestabes Surabaya gelar identifikasi di eks markas radio Bung Tomo, Rabu, 11 Mei 2016. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan akan berkoordinasi dengan Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk merekonstruksi eks markas radio Bung Tomo yang telah dirobohkan.

    Hal ini didasarkan pada hasil penelitian tim BPCB, bahwa bangunan cagar budaya itu ternyata sudah tidak asli atau telah mengalami perubahan di bagian depannya.

    “Kami harus mengembalikan bangunan itu seperti apa,” kata Risma kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Jumat, 13 Mei 2016.

    Risma mengatakan bangunan itu sudah berubah dibanding bentuk aslinya pada zaman Bung Tomo. Bahkan luas tanah dan bangunan juga berkurang, yang awalnya seluas 26 meter menjadi 15 meter.

    “Bagaimana mengembalikannya, kan harus ada pembicaraan dan kesepakatan dulu. Apakah nanti dikembalikan seperti zaman Bung Tomo atau seperti bangunan kemarin,” kata dia.

    Menurut Risma, kalaupun bangunan cagar budaya itu dikembalikan ke bentuk asalnya, dia juga masih ragu soal ada-tidaknya lembaga yang bisa mengembalikan bangunan itu, layaknya di luar negeri.

    Karena itu, Risma memastikan pemerintah kota masih akan membahas secara lebih detail persoalan tersebut. “Kalau di luar negeri, sudah ada yang bisa mengembalikannya. Di sini bagaimana,” kata dia.

    Seperti diberitakan, rumah di Jalan Mawar Nomor 10 Surabaya itu ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998.

    Pemilik bangunan ini awalnya meminta izin merenovasi dan izin itu keluar pada 14 Maret 2016 untuk merenovasi bagian-bagian tertentu. Namun pihak pembeli lahan, yaitu PT Jayanata, ternyata merobohkan bangunan itu hingga rata dengan tanah.

    Sebelumnya, tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menyimpulkan bahwa bangunan itu pernah direnovasi dari bentuk aslinya. Yang direnovasi adalah bagian depan hingga tengah sehingga di bagian depan rumah itu dipastikan sudah diubah.

    Kesimpulan itu didasarkan pada penelitian sebaran batu bata kecil yang terkonsentrasi di bagian rumah depan, tidak sampai ke belakang. Sedangkan sebaran batu bata besar terkonsentrasi dari bagian tengah hingga ke belakang rumah.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.