Roll Block Putus, Penyeberangan di Pelabuhan Kamal Terganggu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk pengangkut peti kemas melintas di dekat container crane baru di Terminal Nilam, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 30 September 2015. PT Pelindo III menambah dua unit cointainer crane  guna mempercepat waktu bongkar muat (Dweiling Time) di pelabuhan tersebut. ANTARA/Siswowidodo

    Truk pengangkut peti kemas melintas di dekat container crane baru di Terminal Nilam, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 30 September 2015. PT Pelindo III menambah dua unit cointainer crane guna mempercepat waktu bongkar muat (Dweiling Time) di pelabuhan tersebut. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Bangkalan - Aktivitas penyeberangan kapal feri dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, ke Pelabuhan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terganggu, Selasa, 10 Mei 2016. Penyebabnya, geladak di dermaga II ambles akibat roll block terputus. "Geladak miring ke kanan," kata petugas dermaga, Angga Prasaja.

    Dermaga II terletak di sisi timur Pelabuhan Kamal. Dermaga ini biasa digunakan kapal besar KMP Gajah Mada. Menurut Angga, putusnya roll block terjadi saat KMP Gajah Mada hendak sandar dan bongkar muatan. Akibatnya, kapal tidak bisa sandar dengan sempurna, hanya penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua yang dapat diturunkan. "Roda empat terpaksa di bawa kembali ke Surabaya," ujar Angga.

    Angga menambahkan, dengan rusaknya dermaga II, otomatis hanya dermaga I yang bisa digunakan. Dermaga I khusus untuk kapal kecil seperti KMP Jokotole dan tidak bisa digunakan sandar kapal besar. Karena itu, KMP Gajah Mada baru akan dioperasikan setelah perbaikan dermaga II selesai. "Mudah-mudahan besok pagi perbaikan sudah rampung."

    Sejak Jembatan Suramadu beroperasi, jumlah armada kapal yang dioperasikan ASDP Kamal menyusut dari 12 unit menjadi tiga unit, yaitu KMP Gajah Mada, Tongkol, dan Jokotole. Saat ini KMP Tongkol sedang docking, sehingga hanya KMP Jokotole yang beroperasi melayani penumpang.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.