Tersangka Pembunuh Mahasiswi UGM Gadaikan Barang Korban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Batam yang ditemukan tewas di toilet lantai 5 kampus UGM, Senin petang (02/05). instagram.com

    Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Batam yang ditemukan tewas di toilet lantai 5 kampus UGM, Senin petang (02/05). instagram.com

    TEMPO.COYogyakarta - Tersangka pembunuh Feby Kurnia Nuraisyah Siregar, mahasiswi geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, menggadaikan barang jarahannya Rp 650 ribu. Barang jarahan itu, dua telepon seluler Samsung dan satu powerbank, digadaikan di sebuah toko di Kota Yogyakarta. 

    Ternyata, uang tersebut dipakai oleh Eko--pelaku pembunuhan--untuk membeli bensin, rokok, baju, dan sepatu perempuan. Juga untuk membeli susu dan sepasang sandal jepit untuk anak perempuannya. "Dia pulang ke rumah harus bawa uang," kata Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar Yulianto di Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 4 Mei 2016.

    Satu ponsel Samsung digadaikan Rp 500 ribu. Satu ponsel Samsung flip dan satu powerbank digadaikan Rp 150 ribu. Alasan membunuh korban, menurut penyidik, adalah faktor ekonomi. Pelaku kepepet karena tidak punya uang untuk kebutuhan keluarga. Pelaku membelikan barang untuk anak dan istrinya dari hasil membunuh mahasiswi asal Batam, Kepulauan Riau, itu.

    Yulianto menyatakan, saat pulang kerja, pelaku harus membawa uang dan bisa memberikan kebutuhan untuk anak dan istrinya. Karena tidak ada uang, pelaku kalap dan mengambil barang korban dengan paksa. Polisi menyita semua barang dari tersangka. Termasuk sepeda motor pelaku merek Honda Vario.

    Sepeda motor korban, Yamaha Mio J, yang sempat dilarikan dan disembunyikan di tempat parkir Terminal Giwangan, Yogyakarta, juga disita. Alasan pelaku menaruh sepeda motor korban di terminal itu karena satu arah dengan jalan ke rumahnya. 

    Feby dibunuh Eko di toilet perempuan di lantai 5 gedung S-2 dan S-3 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, 28 April 2016. Mayat korban ditemukan pada 2 Mei di salah satu toilet dalam keadaan membusuk. "Saat itu ada setan lewat," ujar Ajun Komisaris Sepuh Siregar, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sleman.

    Tidak lebih dari 24 jam, polisi bisa menangkap Eko di dekat rumahnya, Selasa, 3 Mei, sekitar pukul 16.45. Tidak ada perlawanan dari pelaku saat ditangkap. 

    MUH SYAIFULLAH
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.