Kivlan Kaget, Pesawat Paloh Angkut WNI Korban Abu Sayyaf

Reporter

Kivlan Zen, saat berkunjung di kantor redaksi Majalah TEMPO, Jln Proklamasi No 72, Jakarta Pusat, 4 Oktober 2006. TEMPO/Cheppy A. Muchlis

TEMPO.CO, Jakarta - Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zein, salah satu anggota tim negosiator mengaku kaget mendengar 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf diangkut ke Jakarta dengan pesawat milik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Ia juga menyangkal, bahwa pembebasan tersebut dilakukan dengan dukungan Yayasan Sukma, lembaga yang berafiliasi dengan Partai NasDem.

BACA: Fadli Zon Soal Bebasnya Sandera Abu Sayyaf: Banyak Klaim...

Kivlan Zein berkukuh, negosiasi murni dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan. "Kami bekerja dalam grup, kami tidak melibatkan yayasan atau partai," kata Kivlan saat dihubungi, Jakarta, Senin, 2 Mei 2016. Kivlan mengaku tak tahu kedatangan rombongan yang berasal dari Yayasan Sukma. Ia mengaku kaget dengan kedatangan tim ini saat menyambut kedatangan anak buah kapal yang berhasil dibebaskan.

Bahkan, Kivlan mengaku tak tahu pesawat milik yayasan Sukma itu dipakai mengantar WNI ini ke Indonesia. "Kita tidak tahu kalau mau langsung di bawa ke Indonesia," ujar dia. Menurut Kivlan, Gubernur Sulu pun membenarkan tidak ada keterlibatan yayasan dalam pembebasan 10 ABK WNI yang ditahan kelompok Abu Sayyaf. Ia menyebut yang terlibat dalam pembebasan adalah pemerintah, pihak militer, dan tokoh internal.

BACA JUGA

Gaduh Ahok Vs Yusril: Sekongkol Rustam hingga Kalah di PTUN
Survei: 9 dari 10 Orang Sungkan Menegur Orang yang Bau Badan

Penyanderaan Anak Buah Kapal oleh Abu Sayyaf bukanlah hal yang baru. Penyanderaan ini pernah terjadi di Maret lalu. Penyanderaan kembali terjadi pada April 2016. Sebanyak 10 WNI yang merupakan ABK Kapal Brahma 12 dan Anad 12 disandera oleh kelompok ini. Tak lama berselang pada pertengahan Apri 4 ABK WNI yang bekerja di kapal Tunda TB Henry dan kapal Tongkang Cristi juga ikut ditangkap.

BACA: 10 Sandera WNI Akhirnya Dibebaskan, Begini Caranya

Pembebasan para sandera itu pun melibatkan sejumlah pihak. Selain Kivlan Zein yang pernah memimpin operasi pasukan perdaimaian di Filipina sebelah selatan, pemerintah Indonesia meminta bantuan pemerintah Filipina. Namun, belakangan beredar kabar adanya keterlibatan Yayasan Sukma yang disebu-sebut milik konglomerat media dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

MAWARDAH NUR HANIFIYANI

Baca juga:
Ahok Buka Rahasia Mundurnya Rustam Effendi, Ternyata...

PDIP Siapkan Risma Tantang Ahok, Ada yang Menghindar?






Filipina Sambut Kembali Pelancong dari China

6 hari lalu

Filipina Sambut Kembali Pelancong dari China

Filipina berusaha memikat kembali pelancong asal China, setelah Beijing menghapus pembatasan Covid-19.


Kemlu Akan Dampingi Anton Gobay yang Ditangkap di Filipina

12 hari lalu

Kemlu Akan Dampingi Anton Gobay yang Ditangkap di Filipina

Kementerian Luar Negeri menyatakan bersedia memberikan pendampingan hukum terhadap Anton Gobay yang ditangkap di Filipina atas kepemilikan senjata.


Filipina Bebaskan Jurnalis Maria Ressa dalam Kasus Pajak

13 hari lalu

Filipina Bebaskan Jurnalis Maria Ressa dalam Kasus Pajak

Peraih Nobel Perdamaian asal Filipina Maria Ressa dan situs beritanya Rappler dibebaskan oleh pengadilan atas dakwaan penggelapan pajak.


Anton Gobay Sebut Foto dengan Lukas Enembe Hoaks

15 hari lalu

Anton Gobay Sebut Foto dengan Lukas Enembe Hoaks

Anton Gobay memberikan klarifikasinya perihal foto bersama Gubernur Papua Lukas Enembe yang beredar di dunia maya.


Mengenal Daisuke Sato, Pemain Lini Belakang Pertahanan Persib Bandung

18 hari lalu

Mengenal Daisuke Sato, Pemain Lini Belakang Pertahanan Persib Bandung

Selama perjuangan Persib Bandung menaiki tangga klasemen, deretan para pemain asingnya menarik disoroti, salah satunya Daisuke Sato


Anton Gobay Mengaku Jual Senjata Api kepada Penawar Tertinggi di Papua

18 hari lalu

Anton Gobay Mengaku Jual Senjata Api kepada Penawar Tertinggi di Papua

Dedi mengungkapkan Anton Gobay menyampaikan permohonan maaf di hadapan tim Polri yang diutus ke Filipina.


4 Fakta Jane De Leon, Pemeran Serial Darna

19 hari lalu

4 Fakta Jane De Leon, Pemeran Serial Darna

Aktris Filipina Jane De Leon memainkan peran utama sebagai pahlawan super dalam serial Darna


Mengenal Jane De Leon, Aktris Filipina Pemeran Darna

19 hari lalu

Mengenal Jane De Leon, Aktris Filipina Pemeran Darna

Aktris Filipina Jane De Leon memainkan peran utama dalam serial Darna


WNI asal Papua yang Kena Kasus Senjata Api Ilegal Pernah Sekolah Pilot di Filipina

19 hari lalu

WNI asal Papua yang Kena Kasus Senjata Api Ilegal Pernah Sekolah Pilot di Filipina

Polisi mencurigai senjata api ilegal yang dibeli warga Papua di Filipina itu akan diselundupkan ke Indonesia.


Polri Mengkonfirmasi WNI Ditahan di Filipina dalam Kasus Senjata Api Ilegal

20 hari lalu

Polri Mengkonfirmasi WNI Ditahan di Filipina dalam Kasus Senjata Api Ilegal

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Anton Gobay beroperasi dengan menggunakan nama samaran.