Jokowi Tiba di Papua Malam Ini, 2.940 Personel Aparat Siaga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato kepada para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato kepada para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo direncanakan tiba di Jayapura, Papua, pada Jumat malam, 29 April 2016. Sebanyak 2.000-an personel gabungan TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, dan sejumlah organisasi masyarakat di Jayapura akan diterjunkan untuk mengamankan kedatangan Presiden.

    Komandan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah untuk kedatangan Presiden, Kolonel Inf Sugiyono, mengatakan sebanyak 2.940 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan kedatangan Presiden Jokowi. Menurut Sugiyono, prosedur tetap pengamanan di bawah kendali aparat TNI dan di-back up oleh Polri.

    “Karena itu, kami sudah mempersiapkan diri, termasuk melakukan kunjungan pemantauan ke obyek-obyek tertentu yang akan dikunjungi Presiden,” katanya di Jayapura, Kamis, 28 April 2016.

    Pengamanan dibagi dalam tiga ring (area pengamanan). Ring satu untuk pengamanan pada obyek secara langsung atau pengamanan di area tempat berlangsungnya acara yang akan dihadiri Presiden dan rombongan. Ring dua berada di luar lokasi acara, dan ring tiga di area paling belakang dari tempat kegiatan.

    Presiden Jokowi dipastikan tiba di Jayapura hari ini pukul 21.00 waktu Papua. Kemudian, Presiden akan membuka laga Torabica Soccer Championship (TSC) yang akan mempertemukan Tim Mutiara Hitam Persipura Jayapura dengan Persija Jakarta, yang akan berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura.

    Presiden Jokowi juga dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Mama Papua, meresmikan Pasar Doyo Baru, dan meninjau pembangunan Pasar Phaara Sentani.

    TABLOIDJUBI.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.